Abstract:
Al-Qur`an merupakan kitab suci yang bersifat mu`jiz, tidak hanya dari segi kandungannya,
akan tetapi juga dari segi keindahan bahasa yang digunakan dan kefasihan tata bahasanya.
Al-Qur`an memberikan tantangan kepada orang-orang yang masih meragukannya untuk
membuat surat semisal yang ada dalam al-Qur`an.Sejak masa nabi Muhammad saw. sudah
ada kelompok yang memiliki kedengkian dan tidak menerima atas kesucian al-Qur`an.
Dewasa ini, kalangan non muslim kembali mencoba mencari kelemahan dan kesalahan dalam
al-Qur`an. Salah satu kesalahan yang mereka tuduhkan adalah kesalahan dalam aspek
gramatikal al-Qur`an. Kelemahan ini nantinya dijadikan sebagai argumentasi mereka yang
menyatakan bahwa al-Qur`an bukanlah kitab suci yang ma`shum (terjaga dari kesalahan), ia
bukan wahyu, namun semata hasil kreasi dari nabi Muhammad saw. Oleh sebab itu, dalam
tulisan ini, penulis akan menjawab tuduhan-tuduhan kesalahan gramatikal yang dialamatkan
pada kitab suci al-Qur`an.
Al-Qur`an merupakan kitab suci yang bersifat mu`jiz, tidak hanya dari segi kandungannya,
akan tetapi juga dari segi keindahan bahasa yang digunakan dan kefasihan tata bahasanya.
Al-Qur`an memberikan tantangan kepada orang-orang yang masih meragukannya untuk
membuat surat semisal yang ada dalam al-Qur`an.Sejak masa nabi Muhammad saw. sudah
ada kelompok yang memiliki kedengkian dan tidak menerima atas kesucian al-Qur`an.
Dewasa ini, kalangan non muslim kembali mencoba mencari kelemahan dan kesalahan dalam
al-Qur`an. Salah satu kesalahan yang mereka tuduhkan adalah kesalahan dalam aspek
gramatikal al-Qur`an. Kelemahan ini nantinya dijadikan sebagai argumentasi mereka yang
menyatakan bahwa al-Qur`an bukanlah kitab suci yang ma`shum (terjaga dari kesalahan), ia
bukan wahyu, namun semata hasil kreasi dari nabi Muhammad saw. Oleh sebab itu, dalam
tulisan ini, penulis akan menjawab tuduhan-tuduhan kesalahan gramatikal yang dialamatkan
pada kitab suci al-Qur`an.
Al-Qur`an merupakan kitab suci yang bersifat mu`jiz, tidak hanya dari segi kandungannya,
akan tetapi juga dari segi keindahan bahasa yang digunakan dan kefasihan tata bahasanya.
Al-Qur`an memberikan tantangan kepada orang-orang yang masih meragukannya untuk
membuat surat semisal yang ada dalam al-Qur`an.Sejak masa nabi Muhammad saw. sudah
ada kelompok yang memiliki kedengkian dan tidak menerima atas kesucian al-Qur`an.
Dewasa ini, kalangan non muslim kembali mencoba mencari kelemahan dan kesalahan dalam
al-Qur`an. Salah satu kesalahan yang mereka tuduhkan adalah kesalahan dalam aspek
gramatikal al-Qur`an. Kelemahan ini nantinya dijadikan sebagai argumentasi mereka yang
menyatakan bahwa al-Qur`an bukanlah kitab suci yang ma`shum (terjaga dari kesalahan), ia
bukan wahyu, namun semata hasil kreasi dari nabi Muhammad saw. Oleh sebab itu, dalam
tulisan ini, penulis akan menjawab tuduhan-tuduhan kesalahan gramatikal yang dialamatkan
pada kitab suci al-Qur`an