GRAMATIKAL AL-QUR`AN: MENJAWAB TUDUHAN KESALAHAN GRAMATIKAL DALAM AL-QUR`AN

Show simple item record

dc.contributor.author Buhori, Buhori
dc.date.accessioned 2026-08-12T05:17:17Z
dc.date.available 2026-08-12T05:17:17Z
dc.date.issued 202-12-31
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9474
dc.description.abstract Al-Qur`an merupakan kitab suci yang bersifat mu`jiz, tidak hanya dari segi kandungannya, akan tetapi juga dari segi keindahan bahasa yang digunakan dan kefasihan tata bahasanya. Al-Qur`an memberikan tantangan kepada orang-orang yang masih meragukannya untuk membuat surat semisal yang ada dalam al-Qur`an.Sejak masa nabi Muhammad saw. sudah ada kelompok yang memiliki kedengkian dan tidak menerima atas kesucian al-Qur`an. Dewasa ini, kalangan non muslim kembali mencoba mencari kelemahan dan kesalahan dalam al-Qur`an. Salah satu kesalahan yang mereka tuduhkan adalah kesalahan dalam aspek gramatikal al-Qur`an. Kelemahan ini nantinya dijadikan sebagai argumentasi mereka yang menyatakan bahwa al-Qur`an bukanlah kitab suci yang ma`shum (terjaga dari kesalahan), ia bukan wahyu, namun semata hasil kreasi dari nabi Muhammad saw. Oleh sebab itu, dalam tulisan ini, penulis akan menjawab tuduhan-tuduhan kesalahan gramatikal yang dialamatkan pada kitab suci al-Qur`an. Al-Qur`an merupakan kitab suci yang bersifat mu`jiz, tidak hanya dari segi kandungannya, akan tetapi juga dari segi keindahan bahasa yang digunakan dan kefasihan tata bahasanya. Al-Qur`an memberikan tantangan kepada orang-orang yang masih meragukannya untuk membuat surat semisal yang ada dalam al-Qur`an.Sejak masa nabi Muhammad saw. sudah ada kelompok yang memiliki kedengkian dan tidak menerima atas kesucian al-Qur`an. Dewasa ini, kalangan non muslim kembali mencoba mencari kelemahan dan kesalahan dalam al-Qur`an. Salah satu kesalahan yang mereka tuduhkan adalah kesalahan dalam aspek gramatikal al-Qur`an. Kelemahan ini nantinya dijadikan sebagai argumentasi mereka yang menyatakan bahwa al-Qur`an bukanlah kitab suci yang ma`shum (terjaga dari kesalahan), ia bukan wahyu, namun semata hasil kreasi dari nabi Muhammad saw. Oleh sebab itu, dalam tulisan ini, penulis akan menjawab tuduhan-tuduhan kesalahan gramatikal yang dialamatkan pada kitab suci al-Qur`an. Al-Qur`an merupakan kitab suci yang bersifat mu`jiz, tidak hanya dari segi kandungannya, akan tetapi juga dari segi keindahan bahasa yang digunakan dan kefasihan tata bahasanya. Al-Qur`an memberikan tantangan kepada orang-orang yang masih meragukannya untuk membuat surat semisal yang ada dalam al-Qur`an.Sejak masa nabi Muhammad saw. sudah ada kelompok yang memiliki kedengkian dan tidak menerima atas kesucian al-Qur`an. Dewasa ini, kalangan non muslim kembali mencoba mencari kelemahan dan kesalahan dalam al-Qur`an. Salah satu kesalahan yang mereka tuduhkan adalah kesalahan dalam aspek gramatikal al-Qur`an. Kelemahan ini nantinya dijadikan sebagai argumentasi mereka yang menyatakan bahwa al-Qur`an bukanlah kitab suci yang ma`shum (terjaga dari kesalahan), ia bukan wahyu, namun semata hasil kreasi dari nabi Muhammad saw. Oleh sebab itu, dalam tulisan ini, penulis akan menjawab tuduhan-tuduhan kesalahan gramatikal yang dialamatkan pada kitab suci al-Qur`an en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher AL-HIKMAH : Jurnal Dakwah en_US
dc.subject Gramatikal en_US
dc.subject al-Qur`an en_US
dc.subject Tuduhan en_US
dc.subject Kesalahan en_US
dc.title GRAMATIKAL AL-QUR`AN: MENJAWAB TUDUHAN KESALAHAN GRAMATIKAL DALAM AL-QUR`AN en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account