Abstract:
MUSTOLIB. 12010097. “Penerapan Model Pembelajaran Scramble Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Peserta Didik Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV di SDS Ulumuddin Kubu Raya Tahun Pelajaran 2025/2026. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak 2025
Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan model pembelajaran scramble untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman peserta didik dikelas IV SDS Ulumuddin Kubu Raya tahun pelajaran 2025/2026 2) Mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran pada peserta didik dalam mata pelajaran IPAS yang kurang dikuasai oleh peserta didik kelas IV SDS Ulumuddin Kubu Raya tahun pelajaran 2025/2026. 3) Mendeskripsikan kemampuan membaca pemahamn peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran scramble untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada mata pelajaran ipas dikelas IV SDS Ulumuddin Kubu Raya tahun pelajaran 2025/2026.
Penelitian ini mengunakan pelaksanaan tindakan kelas atau PTK dengan mengunakan empat tahap kegiatan yang saling berkaitan yaitu: (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) pengamatan (4) refleksi. Sedangkan subjek penelitian adalah para peserta didik yang nantinya akan menjadi subjek penelitian. Pada penelitian saat ini, peneliti telah mengumpulkan responden sebanyak 23.Teknik Pengumpulan data dengan tes membaca, obsevasi, lembar dokumentasi. Sedangkan alat pengumpulan data mengunakan lembar tes, lemabar observasi, dan lemabar dokumentasi. Analisis data mengunakan kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitain adalah 1) Kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas IV sebelum diterapkannya model pembelajaran scramble pada mata pelajaran IPAS masih sangat rendah dapat diketahui dari jumlah keseluruhan peserta didik kelas IV yang berjumlah 23 orang peserta didik, hanya 10 atau 22%. 2) langkah -langkah kemampuan membaca pemhaman peserta didik, guru menyajikan materi sesuai dengan topik setelah selesai menjaskan, guru membagi lembar kerja dengan jawaban yang diacak susunanya, peseta didik mengerjakan soal berdasarkan waktu yang telah ditentukan durasinya, peserta didik wajib mengumpulkan lembar jawaban kepada guru. pada siklus I, dari 23 peserta didik terdapat 15 orang peserta didik yang nilainya sudah tuntas dan 7 orang peserta didik lainnya belum tuntas atau dibawah KKM dengan nilai rata-rata 73. 3) Setelah diterapkannya model pembelajaran scramble pada mata pelajaran IPAS nilai peserta didik menjadi sangat meningkat. Terdapat peningkatan yang begitu tinggi yang mencapai 1.970 dengan nilai rata-rata 84. Dimana pada Prasiklus dari jumlah keseluruhan 23 orang peserta didik kelas IV, hanya 10 orang peserta didik saja yang nilainya tuntas pada mata pelajaran IPAS.