| dc.description.abstract |
Hidayana, Analisis Butir Soal Penilaian Sumatif Akhir Kelas V Mata
Pelajaran IPAS Tahun Ajaran 2024/2025 Di SDN Kecamatan Pontianak Barat.
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan
Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Pontianak, 2026.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh soal-soal penilaian sumatif akhir kelas
V mata pelajaran IPAS tahun ajaran 2024/2025 yang hanya dianalisis dari segi
tingkat kesukaran, sehingga hasil analisis yang dilakukan belum dapat
menggambarkan kualitas butir soal secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui kualitas butir soal Penilaian Sumatif Akhir Kelas V Mata
Pelajaran IPAS Tahun Ajaran 2024/2025 di SDN Kecamatan Pontianak Barat.
Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel data
penelitian ini adalah lembar jawaban peserta didik Penilaian Sumatif Akhir Kelas
V mata pelajaran IPAS yang digunakan di SDN 18, SDN 56, dan SDN 68
Kecamatan Pontianak Barat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan Software Anates versi
4.0.9.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas butir soal di SDN 18 yaitu terdapat
reliabilitas soal berkategori tinggi sebesar 0,75%. Jumlah butir soal tidak signifikan 8
butir (26,7%), signifikan 7 butir (23,3%), dan sangat signifikan 15 butir (50%).
Distribusi tingkat kesukaran berkategori mudah 8 butir (26,7%), sedang sebanyak 18
butir (60%), dan sukar 4 butir (13,3%). Daya pembeda yang berkategori sangat buruk 1
butir (3%). Buruk 3 butir (10%), cukup 10 butir (33,3%), dan baik 16 butir (53,3%).
Sedangkan efektivitas pengecoh butir soal yang berkategori sangat baik sebanyak 20
butir (60,7%) dan berkategori baik 10 butir (33,3%). Kualitas butir soal di SDN 56 yaitu
terdapat reliabilitas soal berkategori tinggi sebesar 0,65%. Jumlah butir soal tidak
signifikan 6 butir (30%), signifikan 8 butir (40%), dan sangat signifikan 6 butir (30%).
Distribusi tingkat kesukaran berkategori mudah 3 butir (15%), sedang sebanyak 11 butir
(55%), dan sukar 6 butir (30%). Daya pembeda yang berkategori buruk 3 butir (15%).
Cukup 6 butir (30%), baik 10 butir (50%), dan sangat baik 1 butir (5%). Sedangkan
efektivitas pengecoh butir soal yang berkategori sangat baik sebanyak 16 butir (80%) dan
berkategori baik sebanyak 3 butir(15%), dan berkategori cukup 1 butir (5%). Kemudian
kualitas butir soal di SDN 68 menunjukkan bahwa terdapat reliabilitas soal berkategori
tinggi sebesar 0,68%. Jumlah butir soal tidak signifikan 13 butir (52%), signifikan 2 butir
(8%), dan sangat signifikan 9 butir (36%). Distribusi tingkat kesukaran berkategori
mudah 7 butir (28%), sedang 9 butir (36%), dan sukar 9 butir (36%). Daya pembeda
berkategori sangat buruk 8 butir (32%), buruk 3 butir (12%), cukup 5 butir (20%), baik
4 butir (16%), dan sangat baik 5 butir (20%). Sedangkan efektivitas pengecoh butir soal
berkategori sangat baik 12 butir (48%) dan berkategori baik 8 butir (32%), dan cukup 5
butir (20%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kualitas butir soal antar sekolah
masih bervariasi dan perlu dilakukan analisis serta perbaikan secara berkelanjutan agar
instrumen penilaian yang digunakan memiliki kualitas yang baik. |
en_US |