Abstract:
Ira Marlina (11901339), Strategi Pembelajaran Kontekstual Guru
Akidah Akhlak dalam Membangun Sikap Tawadhu’ Siswa Kelas VII MTs TI
Al-Madani Pontianak Tahun Pelajaran 2024/2025. Fakultas Tarbiyah dan
Ilmu Keguruan, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Institut
Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025. Pembimbing I: Dr. Syamsul
Kurniawan, S.Th.I., M.S.I., dan Pembimbing II: Syamhadi, M.Pd.
Pendidikan Akidah Akhlak memiliki peran penting dalam membentuk
karakter Islami siswa, salah satunya melalui penanaman sikap tawadhu’
(rendah hati). Fenomena di MTs TI Al-Madani Pontianak menunjukkan
bahwa masih ada sebagian siswa yang kurang menampilkan sikap tawadhu’,
seperti berbicara ketika pembelajaran berlangsung, tidak memberi salam
ketika bertemu guru, atau kurang menghargai teman sebaya. Kondisi ini
menegaskan pentingnya strategi pembelajaran yang tepat, khususnya strategi
kontekstual, agar sikap tawadhu’ dapat ditanamkan secara lebih efektif.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) strategi
pembelajaran kontekstual guru Akidah Akhlak dalam membangun sikap
tawadhu’ siswa kelas VII MTs TI Al-Madani Pontianak, dan (2) faktor
pendukung serta penghambat strategi pembelajaran tersebut.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian
di MTs TI Al-Madani Pontianak. Sumber data utama adalah guru Akidah
Akhlak, sedangkan sumber sekunder meliputi kepala madrasah, siswa kelas
VII, dan orang tua/wali siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan
kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan.
Keabsahan data diperiksa dengan triangulasi dan member check.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak menerapkan
strategi pembelajaran kontekstual melalui keteladanan, pembiasaan,
pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari, serta keterlibatan aktif antara
sekolah dan keluarga. Strategi tersebut dinilai efektif dalam menumbuhkan
sikap tawadhu’ siswa, baik dalam menghormati guru maupun dalam menjalin
hubungan dengan sesama teman. Faktor pendukung strategi ini meliputi
dukungan kepala madrasah, keterlibatan orang tua, dan budaya religius
sekolah. Adapun faktor penghambatnya adalah kurangnya konsistensi
sebagian siswa serta keterbatasan waktu pembelajaran.