Abstract:
SITI FADILAH, NIM: 12115136, ANALISIS PERAN KOMPENSASI
DALAM MEMBENTUK TURNOVER INTENTION PADA KARYAWAN
(Wazzme Laundry di Jl. Surya Kota Pontianak): Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.
Kompensasi merupakan salah satu aspek penting dalam hubungan
kerja yang dapat memengaruhi kepuasan dan keberlangsungan kerja
karyawan. Di usaha jasa seperti Wazzme Laundry di Jl. Surya Kota
Pontianak, sistem kompensasi yang meliputi gaji, insentif, dan tunjangan Hari
Raya (THR) menjadi faktor yang sering dikaitkan dengan munculnya
kecenderungan turnover intention pada karyawan. Perbedaan persepsi antara
pihak manajemen dan karyawan terhadap keadilan dan kelayakan
kompensasi menciptakan dinamika tersendiri dalam lingkungan kerja.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kompensasi dalam
membentuk turnover intention pada karyawan Wazzme Laundry di Jl. Surya
Kota Pontianak serta mengetahui persepsi karyawan terhadap sistem
kompensasi yang diterapkan, yang mencakup gaji, insentif, dan tunjangan
Hari Raya (THR).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan manajer
dan karyawan sebagai informan penelitian, serta didukung oleh observasi dan
dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan guna memperoleh gambaran yang
komprehensif mengenai kompensasi dan turnover intention.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi yang diterapkan di
Wazzme Laundry belum sepenuhnya memberikan kepuasan bagi karyawan,
khususnya terkait gaji yang masih berada di bawah UMR, insentif yang
bersifat fluktuatif, serta pemberian THR yang belum transparan dan sering
tidak tepat waktu. Meskipun demikian, kompensasi bukan merupakan faktor
utama yang secara langsung mendorong terjadinya turnover intention. Faktor
lain seperti kenyamanan kerja, fleksibilitas waktu, hubungan antar rekan
kerja, serta kondisi pribadi turut memengaruhi keputusan karyawan untuk
tetap bertahan. Oleh karena itu, kompensasi berperan sebagai faktor
pendukung dalam membentuk turnover intention, sehingga perbaikan sistem
kompensasi yang lebih adil dan transparan perlu dilakukan untuk menjaga
stabilitas karyawan.