Abstract:
Dixy Arie Pinuji (12003003), “Analisis Distribusi Usahatani Sayuran di
Desa Kamuh Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang terhadap Perspektif
Ekonomi Islam.” Program Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. 2025.
Aktivitas distribusi hasil pertanian sayuran masih didominasi oleh
pedagang distributor, yang dipengaruhi oleh keterbatasan akses pasar, modal, serta
sarana transportasi yang dimiliki oleh petani di Desa Kamuh Kecamatan Tujuh
Belas Kabupaten Bengkayang.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses produksi dan distribusi
usahatani sayuran, faktor-faktor yang mendukung pemilihan saluran distribusi,
serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip ekonomi Islam. Metode penelitian
yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan
data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan
melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan
keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi usahatani sayuran di Desa
Kamuh dilakukan secara musiman dengan komoditas utama seperti cabai, tomat,
kacang panjang, dan timun. Dalam praktiknya, petani kerap menghadapi risiko
kerugian panen, khususnya ketika hasil panen tidak mencapai jumlah yang
ditargetkan. Pada kondisi tersebut, sebagian hasil panen tidak disalurkan kepada
Distributor, melainkan dibagikan kepada warga dan kerabat sekitar. Distribusi hasil
panen umumnya dilakukan melalui Distributor dengan biaya distribusi berkisar
antara Rp1.000.000 sampai Rp2.000.000 per panen. Total pendapatan petani dalam
satu musim mencapai sekitar Rp25.000.000 dengan modal produksi sebesar
Rp8.000.000, sehingga keuntungan bersih yang diperoleh petani berkisar
Rp17.000.000 per musim. Modal usaha yang sebagian besar berasal dari Distributor
menyebabkan petani memiliki ketergantungan tinggi dan posisi tawar yang relatif
lemah dalam penentuan harga.
Ditinjau dari perspektif ekonomi Islam, praktik distribusi usahatani sayuran
di Desa Kamuh secara umum telah mencerminkan prinsip keadilan, tauhid, dan
kejujuran, terutama dalam transparansi kualitas produk dan pandangan bahwa
aktivitas berdagang merupakan bagian dari ibadah. Namun demikian, diperlukan
penguatan kelembagaan seperti koperasi atau kelompok tani serta pengelolaan
modal berbasis syariah agar sistem distribusi dapat berjalan lebih adil, efisien, dan
berkelanjutan.