Analisis Distribusi Usaha Tani Sayuran Di Desa Kamuh Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang Terhadap Perspektif Ekonomi Islam

Show simple item record

dc.contributor.advisor Ariza, Anggatia
dc.contributor.advisor Bilhaq, M. Agus Muhtadi
dc.contributor.advisor Munim, Fathan
dc.contributor.advisor Khairunnisa, Dina
dc.contributor.author Pinuji, Dixy Arie
dc.date.accessioned 2026-01-22T04:01:51Z
dc.date.available 2026-01-22T04:01:51Z
dc.date.issued 2026-01-15
dc.identifier.citation APA (American Psychological Association) en_US
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8259
dc.description.abstract Dixy Arie Pinuji (12003003), “Analisis Distribusi Usahatani Sayuran di Desa Kamuh Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang terhadap Perspektif Ekonomi Islam.” Program Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. 2025. Aktivitas distribusi hasil pertanian sayuran masih didominasi oleh pedagang distributor, yang dipengaruhi oleh keterbatasan akses pasar, modal, serta sarana transportasi yang dimiliki oleh petani di Desa Kamuh Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses produksi dan distribusi usahatani sayuran, faktor-faktor yang mendukung pemilihan saluran distribusi, serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip ekonomi Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi usahatani sayuran di Desa Kamuh dilakukan secara musiman dengan komoditas utama seperti cabai, tomat, kacang panjang, dan timun. Dalam praktiknya, petani kerap menghadapi risiko kerugian panen, khususnya ketika hasil panen tidak mencapai jumlah yang ditargetkan. Pada kondisi tersebut, sebagian hasil panen tidak disalurkan kepada Distributor, melainkan dibagikan kepada warga dan kerabat sekitar. Distribusi hasil panen umumnya dilakukan melalui Distributor dengan biaya distribusi berkisar antara Rp1.000.000 sampai Rp2.000.000 per panen. Total pendapatan petani dalam satu musim mencapai sekitar Rp25.000.000 dengan modal produksi sebesar Rp8.000.000, sehingga keuntungan bersih yang diperoleh petani berkisar Rp17.000.000 per musim. Modal usaha yang sebagian besar berasal dari Distributor menyebabkan petani memiliki ketergantungan tinggi dan posisi tawar yang relatif lemah dalam penentuan harga. Ditinjau dari perspektif ekonomi Islam, praktik distribusi usahatani sayuran di Desa Kamuh secara umum telah mencerminkan prinsip keadilan, tauhid, dan kejujuran, terutama dalam transparansi kualitas produk dan pandangan bahwa aktivitas berdagang merupakan bagian dari ibadah. Namun demikian, diperlukan penguatan kelembagaan seperti koperasi atau kelompok tani serta pengelolaan modal berbasis syariah agar sistem distribusi dapat berjalan lebih adil, efisien, dan berkelanjutan. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.subject Distribusi en_US
dc.subject Usahatani Sayuran en_US
dc.subject Pendapatan Petani en_US
dc.subject Ekonomi Islam en_US
dc.title Analisis Distribusi Usaha Tani Sayuran Di Desa Kamuh Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang Terhadap Perspektif Ekonomi Islam en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account