Abstract:
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan tahapan pelaksanaan tradisi Manik
Beladau di Kecamatan Nanga Mahap, mengungkap titik temu antara tradisi tersebut dengan
ajaran Islam, serta mengetahui pandangan Islam terhadap tradisi tersebut. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Sementara itu, pengumpulan
data dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa tujuan dari tradisi Manik Beladau ialah untuk menghilangkan hal-hal buruk pada
pasangan pengantin dengan cara memandikan mereka dengan air yang dicampur dengan
berbagai bunga, daun, dan buah; kemudian memberikan mereka air yang sudah didoakan;
mengasapi tubuh mereka; hingga menyuruh mereka menginjak telur yang ditutup dengan
gumpalan nasi. Jika dinilai dari ajaran Islam, terdapat keselarasan dan pertentangan antara
tradisi ini dengan Islam. Meski demikian, tradisi ini tidak lantas ditinggalkan sebab hal-hal
yang bertentangan tersebut masih dapat diperbaiki sehingga ia dapat benar-benar sejalan
dengan ajaran Islam.