Abstract:
Proses rehabilitasi bukanlah proses yang mudah untuk dilakukan,
pada proses ini diperlukan berbagai upaya untuk membangun aspek
psikologis pasien diantaranya aspek spiritualitas dan resiiensi. Penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui pengaruh spiritualitas pada pasien rehabilitasi
napza karena pada umumnya pasien rehabilitasi tidak memiliki kontrol
terhadap dirinya sebab tidak memiliki spiritualitas dan resiliensi yang baik.
Untuk menghadapi berbagai macam kesulitan dalam kehidupan dibutuhkan
spiritualitas yang baik agar dapat mempertahankan resiliensi. Adapun tujuan
dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat spiritualitas, tingkat resiliensi
dan adakah pengaruh dari spiritualitas terhadap resiliensi pada pasien
rehabilitasi NAPZA di kota Pontianak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif bersifat ex post
facto dengan jenis korelasional dua variabel dengan analisis deskriptif dan
analisis regresi. Adapun sampel yang digunakan yaitu pasien rehabilitasi
napza di kota Pontianak sebanyak 43 orang. Hipotesis yang di ajukan pada
penelitian ini adanya pengaruh dari spiritualitas terhadap resiliensi pasien
rehabilitasi napza di kota Pontianak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel spiritualitas memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap variabel resiliensi, yang berarti bahwa
hipotesis yang di ajukan diterima. Hasil yang diperoleh dari analisis regresi
linier sederhana menunjukkan bahwa nilai probabilitas lebih tinggi dari nilai
signifikansi (0,05>0,003). Adapun tingkat spiritualitas pasien rehabilitasi
berada dalam kategori sedang yakni sebanyak 77% (33 pasien) dan tingkat
resiliensi pasien rehabilitasi berada dalam kategorisasi sedang sebanyak
67% (29 pasien). Sumbangan yang diberikan oleh spiritualitas terhadap
resiliensi adalah sebesar 19,60%, dan sisanya sebesar 80,40% dipengaruhi
oleh faktor lain yang tidak diteliti. Hal ini dibuktikan oleh uji hipotesis
sebelumnya yang telah dipaparkan.