Abstract:
ETIMOLOGI syukur berasal dari kata syakara yang artinya terbuka. Syakara sebagai
lawan kata (antonim) dari kafara. Jika syakara artinya terbuka, maka kafara artinya tertutup.
Indikator orang yang selalu terbuka ialah mereka yang siap mendengar, sering menerima dan
memberi informasi. Jenis informasi dunia dan berita akhirat. Lalu menyaringnya, mengikuti
perkataan yang baik yaitu kalam Allah dan sabda Rasul. Sedangkan orang yang selalu tertutup
ialah mereka yang menolak informasi dunia dan akhirat. Bahkan membuta-tulikan informasi.
Informasi agung ialah hidayah (petunjuk) dari Tuhan. Adapun sumber ketertutupan adalah ego
diri yang merasa lebih hebat daripada orang lain. Sehingga apapun informasi dari yang selain
egonya berhukum haram untuk didengar, salah dan bid'ah untuk diikuti. Artinya, tidak ada orang
yang benar di dunia ini, kecuali ego dirinya. Pada dirinya terdapat dinding yang menghalangi
cahaya hidayah, tidak tembus ke hati. Ketika ia sudah melantik diri menjadi serba pandai,
mendaulat diri serba tahu. Itulah awal kerusakan beragama. Karakter tertutup sangat berbeda
dengan karakter terbuka. Open minded (pemikiran terbuka) merupakan capital bagi capaian
prestasi dan kinerja maksimal.