ARTIKEL OPINI HIKMAH BERSYUKUR LANDASAN PEMANTIK BAHAGIA DUNIA-AKHIRAT

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-10-07T07:51:27Z
dc.date.available 2026-10-07T07:51:27Z
dc.date.issued 2026-09-08
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9766
dc.description.abstract ETIMOLOGI syukur berasal dari kata syakara yang artinya terbuka. Syakara sebagai lawan kata (antonim) dari kafara. Jika syakara artinya terbuka, maka kafara artinya tertutup. Indikator orang yang selalu terbuka ialah mereka yang siap mendengar, sering menerima dan memberi informasi. Jenis informasi dunia dan berita akhirat. Lalu menyaringnya, mengikuti perkataan yang baik yaitu kalam Allah dan sabda Rasul. Sedangkan orang yang selalu tertutup ialah mereka yang menolak informasi dunia dan akhirat. Bahkan membuta-tulikan informasi. Informasi agung ialah hidayah (petunjuk) dari Tuhan. Adapun sumber ketertutupan adalah ego diri yang merasa lebih hebat daripada orang lain. Sehingga apapun informasi dari yang selain egonya berhukum haram untuk didengar, salah dan bid'ah untuk diikuti. Artinya, tidak ada orang yang benar di dunia ini, kecuali ego dirinya. Pada dirinya terdapat dinding yang menghalangi cahaya hidayah, tidak tembus ke hati. Ketika ia sudah melantik diri menjadi serba pandai, mendaulat diri serba tahu. Itulah awal kerusakan beragama. Karakter tertutup sangat berbeda dengan karakter terbuka. Open minded (pemikiran terbuka) merupakan capital bagi capaian prestasi dan kinerja maksimal. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title ARTIKEL OPINI HIKMAH BERSYUKUR LANDASAN PEMANTIK BAHAGIA DUNIA-AKHIRAT en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account