Abstract:
LEBIH taat lagi, ketika pasca salat Istisqa' meski Allah SWT belum menurunkan hujan
rahmat yang lebat dari langit. Bukan sebaliknya, menyudutkan dan menyalahkan-Nya. Di sini,
manusia harus selalu introspeksi (mawas diri) secara individual dan komunal. Jangan hanya
mengimani sifat Allah Ar-Rahim (penyayang). Namun Dia juga memiliki sifat Al-Jabbar
(memaksa). Dia berhak memaksa langit untuk menurunkan atau menahan air hujan.
Ingatlah perjalanan hidup umat terdahulu (kaum 'Ad, Tsamut, Madyan) harus menjadi
pelajaran bagi umat yang hidup masa sekarang. Idealnya, jilid musibah demi musibah sanggup
mendatangkan refleksi dan proyeksi bagi kaum yang berakal. Bahwa umat terdahulu lebih sehat,
kuat, jaya, kaya. Buktinya tangga rumah mereka terbuat dari emas. Piring, gelas, mangkok,
sendok, garpu terbuat dari perak. Mereka bekerja memahat gunung-gunung batu untuk dijadikan
perumahan, pemandian umum, kolam renang, ruang pertemuan, istana megah dan gedung
mewah. Kemakmuran, keadilan, keamanan, kesejahteraan rakyat terjamin, udara sehat, air
bersih, jalan raya mulus. Di tengah kota tersedia area pemandian umum air panas untuk musim
dingin, area pemandian umum air dingin untuk musim panas. Kini, adakah engkau mendapati
yang tersisa dari mereka? Generasi terus datang dan pergi silih-berganti, tidak ada yang kekal
abadi, kecuali perubahan, pergantian.