ARTIKEL OPINI PASCA SALAT ISTISQA' TAPI HUJAN BELUM TURUN

Show simple item record

dc.contributor.author Sabran, Ma'ruf Zahran
dc.date.accessioned 2026-10-07T07:41:33Z
dc.date.available 2026-10-07T07:41:33Z
dc.date.issued 2026-09-08
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/9762
dc.description.abstract LEBIH taat lagi, ketika pasca salat Istisqa' meski Allah SWT belum menurunkan hujan rahmat yang lebat dari langit. Bukan sebaliknya, menyudutkan dan menyalahkan-Nya. Di sini, manusia harus selalu introspeksi (mawas diri) secara individual dan komunal. Jangan hanya mengimani sifat Allah Ar-Rahim (penyayang). Namun Dia juga memiliki sifat Al-Jabbar (memaksa). Dia berhak memaksa langit untuk menurunkan atau menahan air hujan. Ingatlah perjalanan hidup umat terdahulu (kaum 'Ad, Tsamut, Madyan) harus menjadi pelajaran bagi umat yang hidup masa sekarang. Idealnya, jilid musibah demi musibah sanggup mendatangkan refleksi dan proyeksi bagi kaum yang berakal. Bahwa umat terdahulu lebih sehat, kuat, jaya, kaya. Buktinya tangga rumah mereka terbuat dari emas. Piring, gelas, mangkok, sendok, garpu terbuat dari perak. Mereka bekerja memahat gunung-gunung batu untuk dijadikan perumahan, pemandian umum, kolam renang, ruang pertemuan, istana megah dan gedung mewah. Kemakmuran, keadilan, keamanan, kesejahteraan rakyat terjamin, udara sehat, air bersih, jalan raya mulus. Di tengah kota tersedia area pemandian umum air panas untuk musim dingin, area pemandian umum air dingin untuk musim panas. Kini, adakah engkau mendapati yang tersisa dari mereka? Generasi terus datang dan pergi silih-berganti, tidak ada yang kekal abadi, kecuali perubahan, pergantian. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title ARTIKEL OPINI PASCA SALAT ISTISQA' TAPI HUJAN BELUM TURUN en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account