RELEVANSI PENDIDIKAN AKHLAK: PEMIKIRAN IBNU MISKAWAIH DAN KH. HASYIM ASY’ARI

Show simple item record

dc.contributor.advisor Sukino
dc.contributor.advisor Erwin
dc.contributor.author MAULIDIA, AGUS
dc.date.accessioned 2022-09-06T08:06:06Z
dc.date.available 2022-09-06T08:06:06Z
dc.date.issued 2022-01-29
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/912
dc.description.abstract Penelitian ini dilatar belakangi oleh realita dalam pendidikan era sekarang, dimana generasi muda yang seharusnya memiliki akhlak dan kepribadian yang luhur justru malah sebaliknya. Banyaknya kejadian kasus yang sangat memprihatinkan terjadi dalam dunia pendidikan. seperti kasus tawuran, pemerkosaan, narkoba dan lain sebagainya. terbentuknya akhlak pada generasi muda merupakan salah satu tujuan pendidikan. Namun kenyataan di zaman sekarang justru sebaliknya. Eksistensi akhlak justru justru mengalami kemerosotan dan kurang diperhatikan dalam dunia pendidikan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi konsep pendidikan akhlak menurut pemikiran Ibnu Miskawaih dan KH. Hasyim Asy‟ari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research).Model analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis isi (content analysis) dengan metode komparatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, dari pemikiran Ibnu Miskawaih dalam sebuah buku yang berjudul “Tahzibul Akhlaq” dan KH. Hasyim Asy‟ari dalam sebuah buku yang berjudul “Adabul ‘Alim wa al-Muta’allim”. Untuk mengumpulkan data digunakan teknis studi dokumen dalam bentuk dokumen-dokumen seperti catatan, manuskrip, buku- buku dan sebagainya. Hasil analisis memperlihatkan bahwa: 1) Konsep pendidikan akhlak menurut Ibnu Miskawaih adalah keadaan jiwa yang mendorong timbulnya perbuatan secara spontan, tanpa memerlukan pertimbangan; 2) Konsep pendidikan akhlak menurut KH. Hasyim Asy‟ari adalah ketercapainya insan yang bermuara pada pendekatan diri kepada Allah, mengetahui ajaran agama secara ilmiah dan alamiah; 3) Persamaan dan perbedaan pendidikan akhlak antara pemikiran Ibnu Miskawaih dan KH. Hasyim Asy‟ari yaitu pendidikan yang ingin dicapai bersifat menyeluruh antara kesempurnaan jasmani dan rohani; 4) Relevansi pendidikan akhlak menurut Ibnu Miskawaih dan KH. Hasyim Asy‟ari sangat relevan dengan melihat pendidikan saat ini yang mengalami kemerosotan mengenai akhlak, karena hanya terfokus pada kecerdasan intelektual tanpa diimbangi dengan nilai-nilai akhlak yang mulia. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Ibnu Miskawaih en_US
dc.subject Pendidikan Akhlak en_US
dc.subject KH. Hasyim Asy'ari en_US
dc.title RELEVANSI PENDIDIKAN AKHLAK: PEMIKIRAN IBNU MISKAWAIH DAN KH. HASYIM ASY’ARI en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account