Abstract:
Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup
pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada sektor perbankan syariah, pasar
modal syariah, dan pembiayaan usaha berbasis prinsip Islam. Kondisi ini membuka
peluang bagi pelaku usaha untuk memperoleh sumber pendanaan yang tidak hanya
berorientasi pada keuntungan, tetapi juga sesuai dengan nilai keadilan, transparansi, dan
larangan riba. Dalam menjalankan sebuah usaha, aspek keuangan menjadi fondasi utama
karena menentukan bagaimana suatu bisnis dapat bertahan, berkembang, dan
memberikan manfaat jangka panjang. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai aspek
keuangan syariah menjadi penting dalam menilai prospek dan kelayakan suatu investasi.
Dalam perencanaan bisnis, penyusunan proyeksi keuangan diperlukan untuk
menggambarkan kondisi usaha di masa mendatang melalui estimasi pendapatan, biaya
operasional, kebutuhan modal kerja, serta arus kas. Proyeksi ini membantu pelaku usaha
dalam melihat kemampuan bisnis menghasilkan keuntungan dan mengelola risiko yang
mungkin muncul. Selain itu, analisis titik impas atau Break Even Point juga diperlukan
agar pelaku usaha mengetahui kapan usaha mulai menghasilkan laba dan berapa jumlah
minimum penjualan yang harus dicapai agar tidak mengalami kerugian.