Abstract:
MENELISIK beberapa pesan edukasi spiritual yang terdapat dalam prosesi kurban,
mengingatkan kita dialog yang terjadi antar generasi. Betapa tidak, ayahnda Ibrahim mau
mendengar pesan dan kesan anaknda Ismail tentang ajaran Allah, mencintai ayahnda Ibrahim
sebagai sosok seorang Nabi. Dan bunda Hajar dengan tulus mengorbankan anak semata
wayang, sibiran tulang, dimanja dan disayang, belahan jantung. Bunda Hajar serahkan anaknya
kepada Tuhan, meskipun sebenarnya, ia tidak tega jika anaknya dikorbankan. Namun, taat
kepada Allah di atas segalanya, termasuk sayang bunda kepada sang anak.
Dalam tidur, Ibrahim sang Rasul bermimpi, mimpi tentang wahyu Tuhan. Nabi Ibrahim
diperintah menyembelih anaknda Ismail. Ketika mimpi tersebut diungkap, anaknda Ismail
menerima dirinya untuk dikurbankan. Respon anaknda Ismail seperti yang direkam kitab suci
Alquran ialah: " ... Hai ayahku, tunaikan apa yang diperintahkan kepadamu. Pasti engkau akan
mendapatiku, insya Allah sebagai orang yang sabar.(Ash-Shaffat:102)."