Abstract:
SEJAK tahun 2020 gaung pasar bebas semakin nyaring terdengar. Bahkan beberapa
produk dalam negeri sudah kalah saing dengan produk luar negeri. Pengrajin lokal terpinggirkan
dengan beberapa alasan. Biaya produksi yang mahal sehingga tidak tertutupi dengan harga
penjualan yang murah. Barang impor membanjiri pasar lokal di Indonesia. Dengan harga yang
lebih murah, kualitas barang terjamin, dan penjualan online. Satu demi satu, pengusaha
Indonesia berjatuhan, dan banyak pengrajin "gulung tikar."
Alih generasi ke generasi semakin menyedikitkan penggunaan tenaga manusia. Dari
masyarakat agraris ke masyarakat industri telah banyak memangkas tenaga buruh. Perusahaan
dengan mesin telah menggantikan tenaga manusia. Kini, alih teknologi industri ke teknologi
digital, tidak hanya memangkas tenaga manusia. Namun juga efesiensi waktu, tempat, tenaga,
contohnya ATM. Dampaknya, banyak bank-bank yang "merumahkan" karyawan.