HUBUNGAN ANTARA SELF-REGULATED LEARNING DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG BEKERJA DI FAKULTAS USHULUDDIN DAN ADAB IAIN PONTIANAK

Show simple item record

dc.contributor.advisor Kurnanto, Muhammad Edi
dc.contributor.advisor Oktaviana, Sherli Kurnia
dc.contributor.advisor Hasmy, Ali
dc.contributor.advisor Fauziah, Fauziah
dc.contributor.author Aulia, Desty Ditha
dc.date.accessioned 2026-04-27T01:19:38Z
dc.date.available 2026-04-27T01:19:38Z
dc.date.issued 2026-03-10
dc.identifier.citation APA en_US
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8690
dc.description.abstract DESTY DITHA AULIA, Hubungan antara Self-Regulated Learning dengan Stres Akademik Pada Mahasiswa yang Bekerja di Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Pontianak: Fakultas Ushuluddin dan Adab Program Studi Psikologi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2026. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) sejauh mana kemampuan self-regulated learning pada mahasiswa yang bekerja; (2) sejauh mana tingkat stres akademik pada mahasiswa yang bekerja; (3) hubungan antara self-regulated learning dan stres akademik dalam konteks mahasiswa yang bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk mengetahui tingkat hubungan antara kedua variabel tanpa memberikan perlakuan terhadap subjek penelitian. Sampel berjumlah 55 mahasiswa yang dipilih berdasarkan kriteria yaitu, mahasiswa aktif semester 1-7 baik laki-laki maupun perempuan yang bekerja secara penuh waktu, paruh waktu, maupun menjalankan usaha secara mandiri. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua instrumen, yakni skala self-regulated learning yang disusun berdasarkan landasan teori Zimmerman dan Martinez-Pons, serta skala stres akademik yang dikembangkan dengan mengacu pada aspek-aspek yang dikemukakan oleh Gadzella. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,554 dengan tingkat signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Nilai tersebut menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-regulated learning dan stres akademik. Artinya, semakin tinggi kemampuan mahasiswa dalam mengatur proses belajarnya secara mandiri, maka semakin rendah tingkat stres akademik yang dialami. Sebaliknya, rendahnya kemampuan regulasi diri dalam belajar berkaitan dengan meningkatnya stres akademik. Selain itu, hasil analisis koefisien determinasi (R²) sebesar 0,307 mengindikasikan bahwa self-regulated learning memberikan kontribusi sebesar 31% terhadap variasi stres akademik. Sementara itu, sebesar 69% variasi stres akademik dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar variabel yang diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil pengelompokan skor, variabel self-regulated learning maupun stres akademik pada mahasiswa yang bekerja berada pada kategori sedang. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Self-Regulated Learning en_US
dc.subject Stres Akademik en_US
dc.subject Mahasiswa Bekerja en_US
dc.title HUBUNGAN ANTARA SELF-REGULATED LEARNING DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG BEKERJA DI FAKULTAS USHULUDDIN DAN ADAB IAIN PONTIANAK en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account