Abstract:
Syaghani. Meningkatkan Minat Belajar Santri Dalam Pembelajaran Tajwid Menggunakan Media Spinning Wheel Di Kelas Thadarus TPA Darul Muttaqien Tahun 2025. Skripsi: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Program Studi Pendidikan Agama Islam Intitut Agama Islam Negeri Pontianak (IAIN) Pontianak, 2025/2026.
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat santri dalam mempelajari ilmu Tajwid akibat metode pembelajaran yang monoton dan kurang interaktif. Penggunaan media Spinning Wheel diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, aktif, dan partisipatif. Masalah penelitian ini bagaimana meningkatkan minat belajar santri dalam pembelajaran tajwid menggunakan media Spinning Wheel di kelas thadarus TPA Darul Muttaqien Tahun 2025?. Sedankan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar santri dalam pembelajaran Tajwid melalui penggunaan media Spinning Wheel di kelas Thadarus TPA Darul Muttaqien Tahun 2025.
Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah santri kelas Thadarus TPA Darul Muttaqien. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk melihat peningkatan minat belajar santri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) minat belajar santri dalam pembelajaran tajwid sebelum penggunaan media Spinning Wheel di kelas thadarus TPA Darul Muttaqien sebelum upaya guru diklasifikasikan sebagai berikut: 2 santri (8%) yang memperoleh skor tinggi (≥70%), sementara 14 santri (56%) berada pada kategori rendah (<50%), 2) Pembelajaran menggunakan media Spinning Wheel pada siklus I mencapai 71,42%, sedangkan 28,58% sisanya masih perlu diperbaiki dan siklus 2 mencapai 100%, 3) Minat belajar santri dalam pembelajaran Tajwid setelah penggunaan media Spinning Wheel pada siklus I, rata-rata minat belajar meningkat menjadi 82,15%, dengan 23 santri (92%) berada pada kategori tinggi dan tidak ada lagi santri pada kategori rendah. Pada siklus II, minat belajar meningkat signifikan menjadi 96,62%, di mana 21 santri (84%) memperoleh skor sempurna dan tidak ada santri yang berada pada kategori rendah dan 4) peningkatan yang signifikan minat belajar santri dalam pembelajaran Tajwid setelah penggunaan media Spinning Wheel efektif menciptakan pembelajaran yang interaktif dan mampu meningkatkan antusiasme, keaktifan, serta perhatian santri dalam mempelajari Tajwid