Abstract:
ISMAN NURHADI ABRAR. Analisis Kolaborasi Peran Guru Pai Dan Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Pengembangan Akhlak Kepada Orang Tua Peserta Didik Remaja Awal Di SMPN 3 Pontianak Tahun Pelajaran 2025/2026. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2026.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kolaborasi peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam pengembangan akhlak kepada orang tua pada peserta didik remaja awal di SMP Negeri 3 Pontianak Tahun Ajaran 2025/2026. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena menurunnya akhlak peserta didik remaja awal kepada orang tua yang disebabkan berbagai faktor.
Fokus penelitian ini meliputi 1) kondisi akhlak peserta didik remaja awal; 2) peran guru PAI dalam membina akhlak peserta didik; 3) peran guru BK dalam membina akhlak peserta didik; 4) kolaborasi guru PAI dan guru BK dalam membina akhlak peserta didik; 5) tantangan guru PAI dan guru BK dalam membina akhlak peserta didik; dan 6) strategi guru PAI dan guru BK dalam membina akhlak peserta didik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, dengan sumber data utama meliputi guru PAI dan guru BK disertai sumber data pendukung meliputi dokumen sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kondisi akhlak peserta didik remaja awal kepada orang tua di SMPN 3 Pontianak dikategorikan cukup baik, namun masih ditemukan beberapa perilaku yang memerlukan pembinaan lebih lanjut; 2) Guru PAI berperan dalam menanamkan nilai-nilai akhlak melalui pembelajaran, keteladanan, pembiasaan, dan penguatan nilai religius; 3) Guru BK berperan dalam membimbing peserta didik melalui layanan konseling, pendampingan emosional, serta penanganan masalah perilaku; 4) Kolaborasi antara guru PAI dan guru BK terwujud melalui koordinasi, komunikasi, dan kerja sama dalam pembinaan akhlak peserta didik; 5) Tantangan yang dihadapi meliputi pengaruh lingkungan, penggunaan teknologi yang berlebihan, serta kurangnya dukungan dari keluarga; 6) Strategi yang digunakan meliputi pendekatan persuasif, pembinaan berkelanjutan, dan kerja sama dengan orang tua peserta didik.