Abstract:
Lasmi Sasmita (12108042) Peran Da’i Sebagai Anggota Legislatif Studi Kasus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pontianak Timur: Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Islam (FDKI) Program Studi Manajemen Dakwah (MD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Tahun 2026.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran da’i sebagai anggota legislatif dan analisis implementasi yang dijalankan oleh H. Muhammad Arif diTanjung Raya I Gang Ismita, kecamatan Pontianak Timur. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pandangan masyarakat yang menilai bahwa peran ganda antara dakwah dan politik berpotensi menimbulkan konflik, namu disisi lain politik juga dapat menjadi sarana dakwah yang efektif jika dijalankan berdasarkan nilai-nilai islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan memalui wawancara, observasi dan dokumentasi terhadapat subjek penelitian serta masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran H. Muhammad Arif sebagai da’i sekaligus anggota legislatif diwujudkan melalui dakwah bil lisan, bil qalam dan bil hal. Yaitu tidak hanya menyampaikan pesan keislaman melalui ceramah, tetapi juga melalui kebijakan, tindakan sosial, dan perjuangan aspirasi masyarakat di lembaga legislatif.
Karena banyak orang yang menganggap bahwa peran ganda seperti ini hanya menimbulkan konflik sehingga kinerja dilegislatif menjadi tidak efektif. Apalagi dakwah H. Muhammad Arif tidak hanya dilakukan melalui ceramah di mimbar, tetapi juga dapat diwujudkan melalui tindakan dan kebijakan politik. Politik memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat, sehingga ketika nilai-nilai islam seperti keadilan, kejujuran dan kepedulian sosial diterapkan dalam duni politik, dakwah dapat memberikan dampak yang lebih luas dan nyata bagi umat (Amien Rais, 1991)