Abstract:
PROFIL seseorang lebih kuat saat berbasis perbuatan daripada perkataan. Bagaimana
caranya memberlakukan orang lain dan keluarga. Terlebih di posisi puncak keberadaan,
kekuasaan, kewenangan seseorang, sehingga semua mata bisa memandang. Artinya, bagi
seorang pejabat publik, berkewajiban untuk menjaga moral bangsa. Maka hukum sunnah bagi
rakyat, mesti berhukum wajib bagi raja. Sebab raja menjadi panutan sekaligus sorotan. Apa yang
menjadi hukum makruh untuk rakyat, layak berhukum haram untuk raja. Karena perkataan dan
perbuatan raja ditiru sekaligus digugat. Kini, daya kontrol untuk raja lebih luas, saat media sosial
telah menghakimi, meskipun belum ada putusan hukum. Reputasi seseorang kadang melejit naik
karena komen netizen di dunia maya. Reputasi seseorang kadang drastis melesat turun juga
karena komen netizen. Palu hakim belum dijatuhkan, oknum sudah terhakimi secara sepihak.
Pada satu sisi, media sosial sebagai kontrol. Pada sisi lain, ia juga memainkan fungsi sanggup
menjatuhkan seseorang dari kursi kekuasaan. Paparazi ada di mana-mana, siap meliput
keberadaan seseorang, meski bersembunyi di lubang biawak.