PANDANGAN TOKOH MASYARAKAT TERHADAP PRAKTIK POLIGAMI DI KELURAHAN SUNGAI BELIUNG KECAMATAN PONTIANAK BARAT

Show simple item record

dc.contributor.advisor Bakar, Abu
dc.contributor.advisor Nahdhiyyah, Husnun
dc.contributor.advisor Ma'u, Dahlia Haliah
dc.contributor.advisor Prakoso, Imam Agung
dc.contributor.author Maulana, Rafli
dc.date.accessioned 2026-04-14T06:27:58Z
dc.date.available 2026-04-14T06:27:58Z
dc.date.issued 2025-10-09
dc.identifier.citation APA Style 7 en_US
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8651
dc.description.abstract Rafli Maulana (12012048). Pandangan Tokoh Masyarakat Terhadap Praktik Poligami di Kelurahan Sungai Beliung Kecamatan Pontianak Barat. Fakultas Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (Akhwal Syaksyiyyah) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025. Tujuan dari penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui: 1) Untuk mengetahui bagaimana praktik poligami di kelurahan Sungai Beliung. 2) Untuk mengetahui bagaimana pandangan tokoh masyarakat Kelurahan Sui Beliung terhadap praktik poligami. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Penelitian ini peneliti mengg1unakan metode pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh melalui penelitian lapangan dengan cara wawancara, wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit atau kecil. Data Sekunder meliputi dokumen resmi, buku-buku terkait objek penelitian, laporan penelitian (skripsi, tesis, disertasi), dan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan hasil temuan yang didapatkan dari hasil analisis data yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa: 1) Terkait praktik poligami itu sendiri, penelitian menemukan bahwa poligami merupakan pilihan pribadi yang kompleks, dipengaruhi oleh faktor agama, sosial, dan personal. Kasus Wak Li, seorang tokoh agama yang berhasil mewujudkan poligami harmonis, menantang stereotip negatif tentang poligami. Keadilan dalam memperlakukan istri menjadi kunci keberhasilan, dan masyarakat Sungai Beliung relatif terbuka terhadap poligami asalkan prinsip keadilan terpenuhi, baik secara finansial, emosional, maupun spiritual. 2) Terkait pandangan Tokoh masyarakat, terdapat beragam alasan yang melatar belakangi praktik poligami, mulai dari pemahaman agama tentang sunah Nabi hingga faktor sosial seperti membantu janda. Pandangan masyarakat terbagi antara yang melihat poligami sebagai dorongan nafsu dan yang menganggapnya sebagai ibadah dengan syarat-syarat tertentu. Poligami juga dipandang sebagai solusi sosial untuk memberikan perlindungan ekonomi bagi janda dan memastikan kelangsungan keturunan. Komitmen dan tanggung jawab suami untuk berlaku adil sangat ditekankan. Pandangan fiqih juga menjadi landasan, dengan merujuk pada kesepakatan ulama (ijma') dan dasar hukum dari Al-Quran (Surat An-Nisa ayat 3) yang membatasi jumlah istri maksimal empat. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.subject Poligami en_US
dc.subject Keadilan en_US
dc.subject Tokoh Masyarakat en_US
dc.title PANDANGAN TOKOH MASYARAKAT TERHADAP PRAKTIK POLIGAMI DI KELURAHAN SUNGAI BELIUNG KECAMATAN PONTIANAK BARAT en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account