Abstract:
Noviandini Rizka Dwitami, 12214008, Hubungan Strategi Coping Terhadap tingkat Kecemasan Pasien Stroke di Puskesmas Pontianak Barat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui; (1) Tingkat kecemasan pada pasien stroke di Puskesmas Pontianak Barat. (2) Tingkat strategi coping pada keluarga pasien stroke di Puskesmas Pontianak Barat. (3) Hubungan antara strategi coping terhadap tingkat kecemasan pasien stroke di Puskesmas Pontianak Barat.
Penelitian ini termasuk kuantitatif dengan desain korelasional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Pontianak Barat yaitu; (1) Puskesmas Perumnas I, (2) Puskesmas Perumnas II, (3) Puskesmas Komyos Sudarso (4) Puskesmas PAL Lima. Sumber data penelitian ini dari data primer yaitu; (1) Pasien stroke Puskesmas Pontianak Barat. (2) Keluarga Pasien Stroke Puskesmas Pontianak Barat. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Skala BRIEF COPE dan ZSAS yang telah diadaptasi. Populasi yang diperoleh adalah pasien stroke di Puskesmas Pontianak Barat sebanyak 79 dari 4 Puskesmas. Sampel penelitian sebanyak 55 responden dengan teknik purposive sampling. Kemudian untuk menganalisis data peneliti menggunakan korelasi Product Moment Pearson.
Hasil penelitian menunjukan yaitu; (1) Tingkat kecemasan pasien stroke di Puskesmas Pontianak Barat menunjukan bahwa sebanyak 28 responden dengan persentase 50,9% dalam kategori normal, 22 responden dengan persentase 40% dalam kategori sedang, responden dengan persentase 9,1% dalam kategori berat, sedangkan untuk kategori kecemasan tinggi menunjukan 0 responden dengan persentase 0%. (2) Tingkat strategi coping yang digunakan oleh keluarga pasien menunjukan bahwa sebanyak 11 responden dengan persentase 20% dalam kategori rendah, 37 responden dengan persentase 6%7,3 dalam kategori sedang, sedangkan kategori kategori tinggi sebanyak 7 responden dengan persentase 712,7%. (3) Hasil penelitian memperlihatan adanya hubungan negatif antara strategi coping dengan kecemasan pada pasien stroke dengan korelasi sebesar -0,752. Artinya terdapat hubungan yang kuat antara strategi coping dengan tingkat kecemasan pasien stroke. Arah hubungan negaif ini bermakna bahwa semakin efektif atau sering keluarga menerapkan strategi coping dalam menghadapi beban perawatan, maka tingkat kecemasan yang dirasakan oleh pasien stroke di Puskesmas Pontianak Barat akan semakin rendah. Dengan demikian H1 diterima dan H0 ditolak