Abstract:
DIDIT HENDRIAWAN, Strategi Guru Dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini di TK Aulia Kota Pontianak. Program
Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.
Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mendeskripsikan keterampilan sosial anak
usia dini di TK Aulia Kota Pontianak. 2) Untuk mendeskripsikan strategi guru
dalam meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini di TK Aulia Kota Pontianak. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya interaksi sosial dalam perkembangan anak usia dini sebagai makhluk sosial yang membutuhkan
komunikasi dan hubungan dengan orang lain. Keterampilan sosial pada anak usia dini menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter, kepribadian, serta kecerdasan emosional dan sosial anak.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif
deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru, kepala sekolah, dan peserta didik
TK Aulia. Penelitian ini berfokus pada strategi guru dalam menciptakan lingkungan
belajar yang kondusif, interaktif, dan mendukung perkembangan sosial anak usia dini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sosial anak usia dini di TK Aulia Kota Pontianak telah berhasil membangun profil keterampilan sosial yang komprehensif pada anak didiknya. Perkembangan ini tercermin dalam tiga domain: kesadaran diri yang ditunjukkan melalui kemandirian dan regulasi emosi,
rasa tanggung jawab sosial yang meliputi pemahaman hak-kewajiban dan
kepatuhan pada aturan, serta perilaku sosial yang ditandai interaksi kooperatif,
empati awal, dan sikap toleransi. Dengan peran guru sebagai fasilitator yang efektif,
tercipta lingkungan sosial yang mendukung internalisasi nilai-nilai prososial.
Landasan sosial-emosional yang kuat ini menjadi indikator positif untuk kesiapan
anak menghadapi tahap perkembangan yang lebih kompleks di jenjang berikutnya.
Strategi guru di TK Aulia bersifat multi-metode dan berpusat pada anak,
menggunakan pendekatan konstruktivis, pembelajaran terdiferensiasi, dan desain
lingkungan berbasis sentra. Namun, implementasinya menghadapi tantangan
kompleks seperti keterbatasan Alat Permainan Edukatif (APE), beban manajerial guru yang tinggi, tekanan akademis dini, dan beban administratif. Oleh karena itu,
efektivitas strategi ini sangat bergantung pada dukungan sistemik yang menyeluruh
untuk memastikan pendekatan yang ideal dapat diterapkan secara optimal dalam membangun fondasi keterampilan sosial anak.