Abstract:
SEAKAN secepat kilat, Ramadan datang sebentar lalu pergi. Tumpukan berkas doa dan
catatan amal menjadi modal untuk menjalani aral lurus dan melintang sebelas bulan kedepan.
Mengantongi rida Allah SWT beserta ampunan-Nya adalah penyemangat menghadapi kancah
kehidupan yang terkadang mencair dan membeku. Berniatlah untuk berpuasa kembali tahun
depan. Jika kita wafat dalam tahun tersebut, maka sudah dinilai berpuasa. Jadikanlah ibadah
puasa Ramadan tahun ini, menjadi puasa Ramadan terindah dan terbaik sepanjang hayat. Sebab
tidak ada jaminan bahwa tahun depan kita masih sempat berjumpa dengan bulan puasa,
bertaraweh, bertadarus, berzakat fitrah dan berbagi takjil seperti tahun ini. Andai masih hidup,
mungkin tidak sekuat tahun ini. Sebab tubuh rapuh dimakan masa dan usia. Tulang tidak sekuat
dahulu, mata tidak seterang dahulu. Telinga tidak sejelas dahulu dalam pendengaran. Ketika
tubuh harus ditopang tongkat dan kursi roda. Mata dibantu kaca mata berlensa plus atau minus.
Ketika telinga sudah menggunakan alat bantu dengar (ABD) atau hearing aid. Artinya, nikmat
dari Allah mulai terkurangi atau tidak sesempurna waktu muda belia.