ARTIKEL OPINI PESAN RAMADAN: SEBELUM AKU PERGI, NIATKAN UNTUK BERTEMU KEMBALI

Show simple item record

dc.contributor.author Ma'ruf, Ma'ruf
dc.date.accessioned 2026-03-10T02:52:14Z
dc.date.available 2026-03-10T02:52:14Z
dc.date.issued 2026-03-10
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8578
dc.description.abstract SEAKAN secepat kilat, Ramadan datang sebentar lalu pergi. Tumpukan berkas doa dan catatan amal menjadi modal untuk menjalani aral lurus dan melintang sebelas bulan kedepan. Mengantongi rida Allah SWT beserta ampunan-Nya adalah penyemangat menghadapi kancah kehidupan yang terkadang mencair dan membeku. Berniatlah untuk berpuasa kembali tahun depan. Jika kita wafat dalam tahun tersebut, maka sudah dinilai berpuasa. Jadikanlah ibadah puasa Ramadan tahun ini, menjadi puasa Ramadan terindah dan terbaik sepanjang hayat. Sebab tidak ada jaminan bahwa tahun depan kita masih sempat berjumpa dengan bulan puasa, bertaraweh, bertadarus, berzakat fitrah dan berbagi takjil seperti tahun ini. Andai masih hidup, mungkin tidak sekuat tahun ini. Sebab tubuh rapuh dimakan masa dan usia. Tulang tidak sekuat dahulu, mata tidak seterang dahulu. Telinga tidak sejelas dahulu dalam pendengaran. Ketika tubuh harus ditopang tongkat dan kursi roda. Mata dibantu kaca mata berlensa plus atau minus. Ketika telinga sudah menggunakan alat bantu dengar (ABD) atau hearing aid. Artinya, nikmat dari Allah mulai terkurangi atau tidak sesempurna waktu muda belia. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title ARTIKEL OPINI PESAN RAMADAN: SEBELUM AKU PERGI, NIATKAN UNTUK BERTEMU KEMBALI en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account