Abstract:
EKSISTENSI malam kemuliaan yang disediakan Tuhan mengajarkan tauhid sejati.
Secara implisit sesungguhnya selain Dia adalah dualitas. Banyak dalam ayat suci ditemukan
bahwa Dia tidak mau dipersekutukan. Sungguh Allah adalah ganjil, Dia menyukai yang ganjil.
Namun bukan ganjil lawan dari genap. Jika hitung matematika, 20 angka genap, 21 angka ganjil.
Lalu, mengganjilkan perspektif bukan artinya menghitung malam ganjil Ramadan adalah 21, 23,
25, 27, 29. Malam ganjil yang berpotensi turun lailatul qadar. Tapi hitungan malam tersebut
menjadi genap, manakala perbedaan penentuan tanggal 1 Ramadan berbeda di kalangan kaum
muslimin. Perbedaan karena metode penentuan 1 Ramadan saat melihat hilal. Melihat wujud
hilal (eksistensi bulan) dengan metode hisab dan metode rukyat. Kedua metode tersebut
memiliki syarat ilmiah, pengukuran, perhitungan dan penilaian akurat.