ARTIKEL OPINI MENGGANJILKAN PERSPEKTIF MENJADI SYARAT MERAIH LAILATUL QADAR

Show simple item record

dc.contributor.author Ma'ruf, Ma'ruf
dc.date.accessioned 2026-02-26T06:50:39Z
dc.date.available 2026-02-26T06:50:39Z
dc.date.issued 2026-02-26
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8543
dc.description.abstract EKSISTENSI malam kemuliaan yang disediakan Tuhan mengajarkan tauhid sejati. Secara implisit sesungguhnya selain Dia adalah dualitas. Banyak dalam ayat suci ditemukan bahwa Dia tidak mau dipersekutukan. Sungguh Allah adalah ganjil, Dia menyukai yang ganjil. Namun bukan ganjil lawan dari genap. Jika hitung matematika, 20 angka genap, 21 angka ganjil. Lalu, mengganjilkan perspektif bukan artinya menghitung malam ganjil Ramadan adalah 21, 23, 25, 27, 29. Malam ganjil yang berpotensi turun lailatul qadar. Tapi hitungan malam tersebut menjadi genap, manakala perbedaan penentuan tanggal 1 Ramadan berbeda di kalangan kaum muslimin. Perbedaan karena metode penentuan 1 Ramadan saat melihat hilal. Melihat wujud hilal (eksistensi bulan) dengan metode hisab dan metode rukyat. Kedua metode tersebut memiliki syarat ilmiah, pengukuran, perhitungan dan penilaian akurat. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.title ARTIKEL OPINI MENGGANJILKAN PERSPEKTIF MENJADI SYARAT MERAIH LAILATUL QADAR en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account