Abstract:
ANGGY SASKIA NIM 12111050, Neuroparenting: Pengasuhan Anak Usia Dini Berbasis Neurosains Menurut Dr. Aisah Dahlan. Program Penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025.
Penulisan ini didorong oleh pentingnya pengasuhan anak usia dini sesuai dengan perkembangan neurologis anak. Neuroparenting adalah metodologi pengasuhan berbasis neurosains yang berfokus pada pemahaman fungsi otak untuk memengaruhi perilaku, emosi, dan perkembangan karakter anak. Dr. Aisah Dahlan, seorang tokoh terkemuka di bidang ini, mensintesis neurosains dengan prinsip-prinsip Islam. Tujuan penulisan ini adalah: 1) Untuk memahami prinsip- prinsip dasar pengasuhan anak berbasis neurosains sebagaimana diartikulasikan oleh Dr. Aisah Dahlan; 2) Untuk menganalisis implementasi kerangka kerja neuroparenting Dr. Aisah Dahlan dalam praktik pengasuhan. 3.) Untuk mengetahui apa saja hambatan penerapan neuroparenting Dr.Aisah Dahlan dalam praktik pengasuhan.
Penulisan ini menggunakan metodologi kualitatif dengan memanfaatkan analisis konten. Sumber data terdiri dari materi Dr. Aisah Dahlan tentang neuroparenting, termasuk video, buku, dan literatur tambahan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan tinjauan pustaka. Analisis data meliputi analisis tematik dan kategorisasi untuk membedakan konsep dan prinsip pengasuhan anak usia dini berbasis neurosains. Validitas data ditingkatkan melalui triangulasi sumber dan penilaian komprehensif terhadap informasi yang dikumpulkan.
Temuan penulisan menunjukkan bahwa neuroparenting merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan perkembangan anak usia dini dan menggarisbawahi pentingnya peran orang tua sebagai elemen penting dalam memengaruhi perkembangan anak melalui gaya pengasuhan yang didasarkan pada perkembangan otak. Penulisan ini menggarisbawahi pentingnya stimulasi dini dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak. Hipotesis ini didasarkan pada premis bahwa anak-anak memiliki 100 miliar neuron yang terputus antara usia 0 dan 2 tahun, dan bahwa stimulasi yang tepat dapat memfasilitasi konektivitas neuron-neuron ini dan mencegah degenerasinya. Penulisan ini mengkaji perbedaan mendasar antara fungsi otak kiri dan kanan, serta variasi fitur otak antara laki-laki dan perempuan. Penerapan neuroparenting dalam teknik perawatan anak usia dini meliputi lingkungan emosional yang menguntungkan, pembelajaran berulang, dan stimulasi langsung melalui interaksi manusia. Temuan penulisan ini diharapkan dapat membantu orang tua dan pengasuh dalam meningkatkan kemampuan anak dan meningkatkan kualitas hidup mereka.