Abstract:
Putri Andriyana (12105013) Representasi Budaya Tradisional Melayu Pontianak pada Channel YouTube Melayu TV: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Program Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025.
Pesatnya perkembangan media digital, khususnya YouTube, yang kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media representasi dan pelestarian budaya lokal. Di tengah arus globalisasi, budaya tradisional berpotensi mengalami pergeseran makna jika tidak terus diperkenalkan, terutama kepada generasi muda.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya tradisional Melayu Pontianak dalam channel YouTube Melayu TV. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena penelitian berfokus pada pemaknaan tanda, simbol, dan representasi budaya yang tidak dapat diukur secara kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Peirce, yang memandang tanda sebagai hubungan antara sign, object, dan interpretant. Melalui pendekatan ini, peneliti menganalisis berbagai unsur visual seperti busana adat, kain tenun, aktivitas budaya, serta unsur verbal seperti pantun, dialog, dan penggunaan bahasa Melayu lokal yang muncul dalam tayangan video. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi mendalam terhadap konten video, dokumentasi, serta pencatatan terhadap potongan adegan yang merepresentasikan budaya Melayu Pontianak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya tradisional Melayu Pontianak direpresentasikan secara kuat dan konsisten dalam channel YouTube Melayu TV. Representasi tersebut terlihat melalui penggunaan pantun sebagai tradisi lisan Melayu, pemakaian bahasa Melayu lokal dalam komunikasi, penggunaan busana adat seperti baju teluk belanga dan kain tenun khas Melayu, serta penampilan kerajinan sulam Kalengkang yang memiliki nilai historis dan estetika tinggi.
Kesimpulannya, channel YouTube Melayu TV berperan sebagai media digital yang efektif dalam merepresentasikan, melestarikan, dan memperkenalkan budaya tradisional Melayu Pontianak. Melalui konten yang disajikan, budaya Melayu tidak hanya ditampilkan sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai identitas budaya yang masih hidup dan terus diwariskan kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda di era digital.