Studi Kritis Terhadap Pemaknaan Rezeki, Praktik Filantrofi, dan Kesadaran Ekologis Masyarakat Penambang Muslim di Kecamatan Meranti dan Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak.

Show simple item record

dc.contributor.advisor Atmaja, Dwi Surya
dc.contributor.advisor Sulaiman, Rusdi
dc.contributor.advisor Hasan, Muhammad
dc.contributor.advisor Syahbudi, Syahbudi
dc.contributor.author Asriansyah, Gusti Andrie
dc.date.accessioned 2026-02-18T06:40:26Z
dc.date.available 2026-02-18T06:40:26Z
dc.date.issued 2026-02-02
dc.identifier.citation APA (American Psychological Association) en_US
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8494
dc.description.abstract Gusti Andrie Asriansyah, dengan NIM 22342011, 2025. Studi Kritis Terhadap Pemaknaan Rezeki, Praktik Filantrofi, dan Kesadaran Ekologis Masyarakat Penambang Muslim di Kecamatan Meranti dan Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak. Aktivitas pertambangan rakyat di Kabupaten Landak, khususnya di Kecamatan Meranti dan Kecamatan Kuala Behe, telah lama menjadi sumber penghidupan utama masyarakat Muslim, namun pada saat yang sama menimbulkan persoalan ekologis dan dilema etis-keagamaan. Fenomena ini memperlihatkan paradoks antara pemaknaan rezeki sebagai anugerah ilahi, tingginya praktik filantropi keagamaan, dan rendahnya kesadaran ekologis dalam aktivitas pertambangan yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis bagaimana masyarakat penambang Muslim memaknai konsep rezeki, bagaimana praktik filantropi dijalankan dan dimaknai, serta bagaimana kesadaran ekologis dibangun dan dinegosiasikan dalam konteks tekanan ekonomi, regulasi pertambangan, dan nilai-nilai etika Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus kritis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap masyarakat penambang Muslim, tokoh agama, serta sumber sumber pendukung di lokasi penelitian. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Penelitian ini menggunakan kerangka etika Islam, maqāṣid al-syarī‘ah, konsep khalīfah fil ardh, dan ḥifẓ al-bī’ah sebagai lensa analisis untuk mengevaluasi relasi antara aktivitas ekonomi, praktik keagamaan, dan tanggung jawab ekologis masyarakat penambang. x Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan rezeki masyarakat penambang Muslim cenderung bersifat pragmatis dan kompensatoris, di mana hasil tambang dipahami sebagai rezeki halal dan berkah selama mampu memenuhi kebutuhan hidup dan disertai praktik filantropi. Praktik filantropi, yang diwujudkan dalam sedekah, pembangunan masjid, dan bantuan sosial, berfungsi tidak hanya sebagai ekspresi kesalehan, tetapi juga sebagai mekanisme legitimasi moral dan kompensasi atas kerusakan lingkungan. Di sisi lain, kesadaran ekologis masyarakat penambang berada pada tingkat ambivalen, di mana terdapat pengakuan terhadap dampak lingkungan, namun belum terwujud dalam perubahan praktik yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan antara pemaknaan rezeki, praktik filantropi, dan kesadaran ekologis membentuk siklus etis sosial yang saling menguatkan, namun sekaligus menghambat transformasi menuju praktik pertambangan yang selaras dengan prinsip kemaslahatan dan keadilan ekologis dalam perspektif Islam. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.subject Rezeki en_US
dc.subject Filantropi Islam en_US
dc.subject Kesadaran Ekologis en_US
dc.subject Masyarakat en_US
dc.subject Penambang en_US
dc.subject Muslim en_US
dc.subject Etika en_US
dc.subject maqāṣid al syarī‘ah en_US
dc.title Studi Kritis Terhadap Pemaknaan Rezeki, Praktik Filantrofi, dan Kesadaran Ekologis Masyarakat Penambang Muslim di Kecamatan Meranti dan Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak. en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account