Abstract:
Chairul Umam, Integrasi Nilai-Nilai Akhlak Kitab Bidayatul
Hidayah Melalui Hidden Curriculum Dalam Pembentukan
Lingkungan Sosial Santri Di Pesantren Darul Ulum: Program
Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam
Negeri Pontianak Tahun 1447 H / 2025 M.
Dinamika hubungan sosial santri di pesantren masa kini
menghadapi kompleksitas akibat keberagaman latar belakang
sosial, budaya, dan pengaruh globalisasi yang menggerus nilai
nilai kesederhanaan dan kebersamaan. Kondisi ini menuntut
penguatan pendidikan akhlak berbasis kitab klasik sebagai
fondasi pembentukan karakter santri yang kokoh di tengah
perubahan zaman.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami nilai-nilai
akhlak yang terdapat dalam kitab Bidayatul Hidayah karya
Imam al-Ghazali serta integrasinya dengan pembinaan
hubungan sosial santri di lingkungan Pondok Pesantren Darul
Ulum. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami
proses
internalisasi
nilai-nilai
tersebut
dalam aktivitas
keseharian santri, baik melalui pembelajaran formal,
pembiasaan, maupun teladan yang dicontohkan oleh para ustaz
dan pengurus pesantren. Penelitian ini juga bertujuan
menguraikan dampak internalisasi nilai akhlak tersebut terhadap
dinamika hubungan sosial santri, seperti terwujudnya sikap
saling menghormati, tanggung jawab sosial, komunikasi santun,
solidaritas, dan pola interaksi yang harmonis dalam kehidupan
bersama di pesantren.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi
lapangan, wawancara mendalam dengan para ustaz dan santri,
serta dokumentasi kegiatan santri di Pondok Pesantren Darul
Ulum Kecamatan Sungai Raya. Teknik analisis data dilakukan
melalui reduksi data yaitu dengan memilah data yang relevan
dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kategorisasi
dengan cara mengelompokkan data ke dalam tema-tema seperti
jenis nilai akhlak, bentuk internalisasi, dan pola hubungan
sosial.
Penarikan kesimpulan yaitu dengan menyusun
viii
interpretasi dan menemukan pola-pola hubungan antara konsep
akhlak dan interaksi sosial santri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa
nilai akhlak pokok dalam Bidayatul Hidayah yang memiliki
relevansi kuat dengan pembinaan hubungan sosial santri, seperti
kejujuran, amanah, keadilan, etika komunikasi, serta tolong
menolong. Nilai-nilai tersebut diinternalisasikan melalui
pembiasaan, keteladanan, ketentuan adab pergaulan, dan kultur
pesantren yang berjalan sepanjang hari. Internalisasi nilai akhlak
tersebut berdampak langsung pada dinamika sosial santri, antara
lain terbangunnya budaya saling menegur, rasa tanggung jawab
kolektif, kemampuan berkomunikasi santun, solidaritas sosial,
dan tumbuhnya kesadaran bahwa hubungan sosial merupakan
bagian penting dari kesalehan seorang santri. Dengan demikian,
nilai-nilai akhlak dalam Bidayatul Hidayah tidak hanya menjadi
materi ajar, tetapi telah menjadi praksis sosial yang hidup dan
mempengaruhi karakter, perilaku, dan interaksi santri dalam
kehidupan sehari-hari di pesantren.
Dengan demikian, nilai-nilai akhlak dalam Bidayatul
Hidayah tidak hanya berfungsi sebagai materi ajar, tetapi telah
menjadi praksis sosial yang hidup dan mempengaruhi karakter,
perilaku, dan interaksi santri dalam kehidupan sehari-hari di
pesantren. Keberhasilan internalisasi nilai bergantung pada
keterpaduan antara pembelajaran kitab, keteladanan ustaz,
pembiasaan konsisten, dan lingkungan pesantren yang kondusif,
sehingga membentuk komunitas yang harmonis, saling percaya,
dan berorientasi pada tanggung jawab bersama.