Abstract:
LUTFIA CERI CAHYANINGTYAS, “Hubungan Terpaan Instagram @wantja terhadap Perilaku Penyebaran Informasi Kesehatan Mental oleh Generasi Z di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Pontianak”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui : hubungan terpaan Instagram @wantja dengan perilaku penyebaran informasi Kesehatan mental oleh Generasi Z di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Pontianak serta mengetahui karakteristik responden Generasi Z Pada akun Instagram @wantja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 571 mahasiswa, dan penentuan sampel menggunakan rumus Slovin dengan taraf kesalahan 10%, sehingga diperoleh 86 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online (Google From). Uji normalitas data menggunakan Kolmogorov-Smirnov, dan hasilnya menunjukan data tidak berdistribusi normal. Maka dari itu, uji korelasi menggunakan Sperman Rank dengan bantuan program SPSS Versi 30.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik responden mayoritas adalah perempuan usia 19-20 tahun, dengan distribusi program studi antara Komunikasi Penyiaran Islam, Bimbingan Konseling Islam, dan Menejemen Dakwah yang relatif seimbang. Selain itu, 55% responden belum pernah melihat akun @wantja, namun 99% menyatakan sangat tertarik pada isu kesehatan mental. Temuan ini menunjukan bahwa minat mahasiswa terhadap topik kesehatan mental sangat kuat, namun paparan mereka terhadap akun @wantja belum merata, sehingga masih terdapat ruang bagi akun tersebut untuk menjangkau audiens Generasi Z secara lebih luas.
Berdasarkan hasil dari data yang telah diteliti, penelitian ini menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan antara terpaan Instagram @wantja dengan perilaku penyebaran informasi kesehatan mental oleh Generasi Z, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.608 dan nilai signifikansi p < 0.001. Artinya, semakin tinggi tingkat terpaan mahasiswa terhadap konten mental health di Instagram @wantja, semakin tinggi pula kecendrungan mereka untuk menyebarkan informasi kesehatan mental di media sosial.