Abstract:
Fathur Rohman Zuliansyah 12212032, Pemenuhan Hak dan Kewajiban Pasangan Suami Istri Berstatus Mahasiswa Perspektif Gender (Studi Kasus di IAIN Pontianak), Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2026.
Tujuan penelitian dalam skripsi ini ada tiga. Pertama, untuk mengetahui dan mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi mahasiswa di IAIN Pontianak menikah pada saat masih menempuh pendidikan tinggi. Kedua, untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana pemenuhan hak dan kewajiban pasangan suami istri yang berstatus mahasiswa di IAIN Pontianak dalam kehidupan rumah tangga. Ketiga, untuk menganalisis persepsi pasangan suami istri berstatus mahasiswa di IAIN Pontianak terhadap pemenuhan hak dan kewajiban suami istri ditinjau dari perspektif gender.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan sosio-legal yang memadukan analisis hukum normatif dan realitas sosial. Studi lapangan dilakukan selama delapan bulan, dari Februari hingga September 2025, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Informan kunci terdiri dari lima pasangan suami istri yang berstatus mahasiswa IAIN Pontianak, yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Seluruh data dianalisis secara kualitatif menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana dengan menggunakan teori performativitas gender yang dikembangkan oleh Judith Butler.
Hasil dalam penelitian ini ada tiga. Pertama, faktor yang melatarbelakangi para mahasiswa di IAIN Pontianak menikah pada saat kuliah ada tiga, yaitu agama, keluarga, dan sosial, diantara tiga faktor itu faktor agama yang paling dominan, yang tercermin dari keinginan menghindari zina, memaknai pernikahan sebagai ibadah, serta komitmen bersama antar pasangan. Kedua, Pemenuhan hak dan kewajiban suami istri pada pasangan berstatus mahasiswa di IAIN Pontianak, tergambar pada aspek pembagian peran, finansial, dan batin. Mayoritas pemenuhan hak dan kewajiban pada ketiga aspek tersebut berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, sedangkan sebagaian kecilnya di pengaruh budaya patriarki dalam hal nafkah. Ketiga, Persepsi mayoritas pasangan mahasiswa IAIN Pontianak terhadap pemenuhan hak dan kewajiban suami istri berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak yang terbentuk melalui pengulangan tindakan, norma sosial, serta bahasa dan diskursus. Meskipun pengaruh budaya patriarki masih tetap ada, persepsi ini terus direproduksi dalam kehidupan rumah tangga para pasangan mahasiswa dalam kehidupan rumah tangga mereka sehari-hari.