Abstract:
AMANDA SHAWITRI RAMADANI (12201048). “Nilai Pendidikan Agama
Islam dalam Membentuk Kemampuan Delayed Gratification pada Generasi Z di
SMA Islam Tahfidzul Quran Pontianak”. Skripsi: Program Studi Pendidikan
Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama
Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2026.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan generasi Z yang
menghadapi tantangan pengendalian diri dan kecenderungan pemenuhan
kebutuhan secara instan atau yang dikenal dengan istilah instant gratification,
sehingga berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa. Pendidikan Agama
Islam (PAI) dianggap mempunyai peran penting dalam membentuk kemampuan
delayed gratification melalui penanaman nilai keimanan, nilai ibadah, nilai akhlak
dan nilai sosial dalam lingkungan sekolah.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana nilai
Pendidikan Agama Islam dalam membentuk kemampuan delayed gratification
pada siswa generasi Z di SMA Islam Tahfidzul Quran Pontianak, serta
mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam proses
pembentukan kemampuan delayed gratification.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research). Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan
dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, kondensasi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun teknik keabsahan data yang
digunakan yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik dan member check.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan delayed gratification pada
siswa SMA Islam Tahfidzul Quran Pontianak tidak terbentuk secara instan,
melainkan berkembang melalui proses internalisasi nilai Pendidikan Agama Islam
di sekolah. Nilai keimanan membentuk kesabaran dan orientasi tujuan jangka
panjang; nilai ibadah melatih kedisiplinan waktu dan kemampuan mendahulukan
kewajiban; nilai akhlak membentuk kontrol diri, tanggung jawab, dan kedisiplinan;
sedangkan nilai sosial melatih siswa untuk mengendalikan ego serta menunda
kepentingan pribadi demi kepentingan bersama. Faktor pendukung dalam
membentuk kemampuan delayed gratification yaitu lingkungan sekolah yang
religius, pembiasaan ibadah dan program tahfidz, keteladanan guru dan aturan
sekolah serta pembatasan penggunaan HP. Adapun faktor penghambat dalam
membentuk kemampuan delayed gratification yaitu adanya rasa lelah dan
kejenuhan serta mood siswa yang tidak stabil.