Abstract:
Siti Fatimah, 2224100695 : Multikulturalisme Di Kalangan Masyarakat
Madura Di Desa Sungai Malaya Perspektif Pendidikan Islam. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai budaya lokal dan keagamaan yang
menopang harmoni multikultural, menggambarkan praktik multikulturalisme serta
pemahaman ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat Madura, dan mengkaji
peran pendidikan Islam serta kolaborasi sosial dalam memperkuat kesadaran
multikultural di Desa Sungai Malaya. Penelitian menggunakan pendekatan
kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif,
wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik
melalui teknik penjodohan pola, eksplanasi, dan analisis deret waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa harmoni multikultural di Desa Sungai
Malaya terbentuk melalui kombinasi nilai budaya lokal—seperti abhâsah,
penghormatan bhuppa’-bhabhu’-ghuru-rato, solidaritas komunal, abhisan, dan
bhabat—serta nilai keagamaan Islam berupa tasamuh, tawassuth, ukhuwah, dan
‘adl. Praktik multikulturalisme tampak dalam interaksi sosial yang inklusif, tradisi
gotong royong lintas kelompok, serta kegiatan keagamaan yang mempersatukan
warga. Pendidikan Islam di lembaga formal, nonformal, dan informal berperan
penting dalam membentuk sikap moderat melalui pembiasaan nilai toleransi,
kegiatan sosial-keagamaan, dan keteladanan tokoh agama. Kolaborasi sosial antara
keluarga, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat semakin memperkuat
kesadaran multikultural warga desa.
Penelitian ini juga menemukan beberapa kekurangan yang masih perlu
diperhatikan. Kesadaran multikultural belum sepenuhnya merata pada generasi
muda, dan masih terdapat ketergantungan yang tinggi pada tokoh agama tertentu
dalam menjaga harmoni sosial. Selain itu, belum semua lembaga pendidikan
memiliki program multikultural berbasis kurikulum yang sistematis. Oleh karena
itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan program pendidikan Islam
multikultural secara terstruktur, peningkatan kapasitas tokoh masyarakat dan
pemuda, serta perluasan kolaborasi lintas lembaga untuk menjaga keberlanjutan
harmoni multikultural di Desa Sungai Malaya.