Abstract:
DAHLIAH, 22341034. Edupreneurship Profetik: Pendidikan Kewirausahaan di SMK Al-Hasani Pesantren Abdussalam Kubu Raya. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Tahun 2025.
Pendidikan kejuruan di Indonesia menghadapi tantangan ganda tingginya angka pengangguran lulusan SMK dan orientasi pendidikan kewirausahaan yang hanya berfokus pada aspek teknis dan profit, mengabaikan pembentukan karakter dan nilai spiritual. SMK Al-Hasani Pesantren Abdussalam Kubu Raya merespons tantangan ini dengan mengembangkan model edupreneurship profetik sebuah pendekatan inovatif yang mengintegrasikan nilai-nilai kenabian (kejujuran/shiddiq, amanah, komunikatif/tabligh, cerdas/fathanah) dengan kompetensi bisnis modern. Model ini dibangun atas tiga pilar misi profetik Kuntowijoyo: humanisasi, liberasi, dan transendensi dalam setiap aktivitas kewirausahaan santri. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Al-Hasani Pesantren Abdussalam Kuburaya dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, dan wawancara mendalam terhadap infroman serta dokumentasi kegiatan pembelajaran dan praktik kewirausahaan. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa edupreneurship profetik di SMK Al-Hasani sangat membantu proses pembentukan karakter wirausaha santri yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga berakhlak mulia. Implementasinya diwujudkan melalui kurikulum terintegrasi yang menempatkan kewirausahaan sebagai bagian inti pembelajaran, pendekatan kontekstual berbasis nilai Islam, strategi pembelajaran berbasis proyek dan praktik nyata di unit-unit usaha pesantren, serta pemanfaatan beragam sumber belajar meliputi lingkungan pesantren, mentor, dan nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis. Faktor pendukung mencakup lingkungan pesantren yang kondusif, dukungan penuh pimpinan, ketersediaan fasilitas praktik, dan partisipasi aktif siswa. Adapun faktor penghambat meliputi konsistensi motivasi siswa, padatnya jadwal, keterbatasan modal, serta tantangan integrasi kurikulum, yang diatasi melalui strategi penguatan pendampingan, optimalisasi manajemen waktu, peningkatan akses modal, dan pengembangan kompetensi berkelanjutan. Secara keseluruhan, penggunaan model edupreneurship profetik tidak hanya mempermudah proses pembelajaran kewirausahaan, tetapi juga turut mendukung pencapaian siswa kualitas yang memiliki kompetensi bisnis yang baik, dan berkarakter profetik.