Abstract:
TEGUH IMANSYAH, NIM. 22342023, menyusun tesis dengan
judul "Pengaruh Literasi Keuangan, Kemudahan Penggunaan dan Manfaat
Penggunaan QRIS Terhadap Impulsive Buying pada Mahasiswa IAIN
Pontianak" Program studi Magister Ekonomi Syariah, Pascasarjana, IAIN
Pontianak, tahun 2025.
Perkembangan teknologi pembayaran digital melalui Quick Response
Code Indonesian Standard (QRIS) telah mengubah pola transaksi mahasiswa
menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien. Namun, kemudahan dan manfaat
tersebut juga memunculkan kekhawatiran terhadap meningkatnya perilaku
impulsive buying yang berpotensi bertentangan dengan prinsip moderasi
konsumsi dalam ekonomi Islam. Mahasiswa sebagai kelompok pengguna
aktif QRIS menghadapi dilema antara efisiensi transaksi digital dan
pengendalian perilaku konsumsi yang beretika.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi
keuangan syariah, kemudahan penggunaan QRIS, dan manfaat penggunaan
QRIS terhadap perilaku impulsive buying mahasiswa IAIN Pontianak. Studi
ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation
Modeling - Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menguji hubungan antar
variabel. Data primer dikumpulkan melalui angket dengan skala Likert dari
responden mahasiswa aktif di lingkungan IAIN Pontianak. Analisis data
dilakukan menggunakan aplikasi SmartPLS untuk memastikan validitas dan
reliabilitas instrumen serta menguji model struktural.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah,
kemudahan penggunaan QRIS, dan manfaat penggunaan QRIS masing
masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying. Secara
simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh signifikan dengan
kontribusi sebesar 32,7 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa kemudahan
dan manfaat QRIS berperan dominan dalam mendorong perilaku impulsif,
sementara literasi keuangan syariah belum sepenuhnya berfungsi sebagai
pengendali perilaku konsumsi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
penggunaan QRIS perlu diimbangi dengan penguatan literasi keuangan
syariah yang bisa diterapkan dan berbasis pengendalian diri sesuai prinsip
ekonomi Islam.