Abstract:
Bandi Widya Nata, 11903010, “Penguatan Kesejahteraan Masyarakat Desa
Tanjung Lay Melalui Optimalisasi Usaha Gula Aren Berbasis Prinsip
Ekonomi Syariah”. Skripsi Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Angkatan
2019, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Pontianak
(IAIN) 2025.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kondisi dan peran
optimalisasi usaha gula aren berbasis prinsip ekonomi syariah dalam meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Desa Tanjung Lay dari aspek produksi, pemasaran,
pembiayaan, dan dinamika sosial; (2) mengidentifikasi tantangan dan peluang
pengembangan usaha gula aren, khususnya terkait keterbatasan teknologi,
rendahnya literasi ekonomi, dan peran nilai budaya lokal; serta (3) mengevaluasi
dampak penerapan prinsip-prinsip ekonomi syariah, seperti mudharabah dan
musyarakah, terhadap peningkatan pendapatan, akses ekonomi, dan pemberdayaan
sosial masyarakat.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan
pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui observasi terhadap
proses produksi dan aktivitas sosial ekonomi petani gula aren, wawancara
mendalam dengan petani, aparat desa, tokoh agama, dan pelaku usaha lokal, serta
dokumentasi terkait usaha gula aren di Desa Tanjung Lay. Data sekunder diperoleh
dari dokumen resmi, laporan instansi, dan literatur yang relevan. Analisis data
dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan, yang diperkuat dengan triangulasi sumber, teknik, dan
waktu untuk memastikan keabsahan temuan.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) usaha gula aren di Desa
Tanjung Lay masih bersifat tradisional dan padat karya, dengan produksi harian
rata-rata 5–10 kg per petani, menghadapi keterbatasan teknologi produksi, akses
pasar yang sempit, ketergantungan pada pengepul, keterbatasan pembiayaan
formal, dan minimnya keterlibatan generasi muda; (2) terdapat peluang
pengembangan melalui penerapan teknologi sederhana dan tepat guna, inovasi
produk (seperti sirup dan gula semut aren), penguatan pemasaran termasuk
pemanfaatan media digital, pembentukan kelompok usaha/ koperasi, serta
penguatan branding berbasis nilai budaya lokal; dan (3) pembiayaan syariah
melalui skema mudharabah dan musyarakah berpotensi menjadi solusi untuk
meningkatkan akses modal secara adil dan berkelanjutan, sekaligus mendorong
peningkatan pendapatan, perluasan akses ekonomi, dan pemberdayaan sosial
berbasis gotong royong.