Abstract:
Mauludia (12108014). Strategi Pengelolaan Tabung Infaq oleh Lembaga Amil
Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah Kalimantan Barat: Program Studi
Manajemen Dakwah (MD), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam(FDKI),
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Tahun 2025.
Program tabung infaq merupakan salah satu bentuk Fundraising sosial
yang dijalankan oleh lembaga amil zakat untuk menghimpun dana. Salah
satunya LAZISMU KALBAR, Tabung infaq yang di kelola oleh LAZISMU
KALBAR mempunyai keunggulan strategis karena mampu menjangkau
donatur, dan memberi kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin berinfaq.
Sistem pengelolaannya memiliki ciri khas berupa penempatan yang luas,
mekanisme penjemputan yang fleksibel serta penyaluran dana yang tepat
sasaran, sehingga membedakan lembaga ini dari lembaga filantropi lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai
strategi pengelolaan tabung infaq yang dilakukan oleh LAZISMU KALBAR
dengan dua fokus utama yaitu strategi penempatan dan penjemputan tabung
infaq, serta strategi penyaluran dana infaq. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui
observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian
meliputi pengurus eksekutif LAZISMU KALBAR, donatur pengguna tabung
infaq dan penerima manfaat (mustahik). Analisis data dilakukan menggunakan
model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan tabung infaq
oleh LAZISMU KALBAR terdiri dari strategi penempatan, penjemputan dan
penyaluran. Pada strategi penempatan tabung infaq oleh LAZISMU KALBAR
memiliki dua sasaran yaitu kepada mitra usaha dan kepada donatur perorangan.
Sasaran penempatan tidak dibatasi pada pelaku usaha yang berafiliasi dengan
Muhammadiyah, tetapi terbuka bagi masyarakat umum dari berbagai latar
belakang. Selain itu LAZISMU juga mempunyai strategi pengemasan tabung
yang mana dalam pengemasan tabung terdapat desain tabung kemudian
identitas lembaga, warna, logo dan dokumentasi bantuan yang disalurkan.
Sementara untuk Strategi penyaluran dana infaq ditetapkan pada lima bidang
prioritas di antaranya pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, dan sosial
dakwah dengan mekanisme teknis yang terstruktur, mulai dari verifikasi
mustahik hingga pelaporan kegiatan. Strategi ini memastikan proses penyaluran
berjalan akuntabel dan tepat sasaran meskipun terdapat keterbatasan anggaran
dan tingginya permohonan bantuan. Untuk kendala yang dihadapi seperti
benturan jadwal, keterbatasan SDM, dan ketidaksesuaian kunci tabung dapat
diatasi melalui koordinasi antar divisi dan tindakan adaptif di lapangan.