Pengelolaan Filantropi Di Komunitas Minoritas Muslim Desa Ambarang Dan Desa Tebedak Di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat

Show simple item record

dc.contributor.advisor Ruslan, Ismail
dc.contributor.advisor Syahbudi, Syahbudi
dc.contributor.advisor Achmad, Firdaus
dc.contributor.advisor Rasiam, Rasiam
dc.contributor.author Wahyuni, Sri
dc.date.accessioned 2026-01-13T07:34:20Z
dc.date.available 2026-01-13T07:34:20Z
dc.date.issued 2025-11-28
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8153
dc.description.abstract Sri Wahyuni, dengan NIM 22342021, 2025. Pengelolaan Filantropi Di Komunitas Minoritas Muslim Desa Ambarang Dan Desa Tebedak Di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Kesenjangan sosial merupakan permasalahan yang masih dihadapi Indonesia hingga saat ini. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi kesenjangan tersebut ialah melalui praktik filantropi yang berperan dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat, termasuk di daerah minoritas Muslim. Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, menjadi lokasi yang menarik untuk dikaji karena umat Islam di daerah ini merupakan kelompok minoritas yang menghadapi tantangan unik dalam pengelolaan filantropi. Penelitian ini berjudul “Pengelolaan Filantropi di Komunitas Minoritas Muslim: Studi Desa Ambarang dan Desa Tebedak di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat” dengan tujuan menganalisis bagaimana praktik dan pengelolaan filantropi dilakukan oleh komunitas Muslim minoritas serta tantangan dan peluang yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus sebagaimana dijelaskan oleh Yin (2013), yang berfokus pada fenomena kontemporer melalui analisis mendalam terhadap konteks sosial, budaya, dan kelembagaan di dua desa tersebut. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan SWOT untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengelolaan filantropi di masing-masing desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan filantropi di Desa Tebedak relatif lebih maju dibandingkan Desa Ambarang. Desa Tebedak memiliki sistem pengelolaan yang transparan, partisipasi lintas agama yang tinggi, serta dukungan organisasi besar seperti Lazismu dan Muhammadiyah. Namun, masih terdapat kelemahan seperti keterg x eksternal dan kurangnya figur sosial kultural. Adapun Desa Ambarang memiliki modal sosial yang kuat melalui musyawarah masyarakat dan tokoh lokal, namun terkendala oleh kurangnya struktur formal, transparansi, dan sumber daya manusia. Kedua desa memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekonomi produktif dan sistem filantropi yang berkelanjutan, meski tetap dihadapkan pada risiko konflik internal dan ketergantungan pada tokoh tertentu. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa praktik filantropi di komunitas minoritas Muslim tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dan penguatan solidaritas lintas agama. Pengelolaan yang profesional, transparan, dan berbasis komunitas menjadi kunci utama keberhasilan filantropi dalam konteks masyarakat minoritas. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.subject Filantropi Islam en_US
dc.subject Minoritas Muslim en_US
dc.subject Studi Kasus en_US
dc.subject Kabupaten Landak en_US
dc.subject Pemberdayaan Masyarakat en_US
dc.title Pengelolaan Filantropi Di Komunitas Minoritas Muslim Desa Ambarang Dan Desa Tebedak Di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account