Abstract:
SANIAH MARW A, 12101235 Peran Guru Akidah Akhlak Dalam
Membentuk Karakter Mandiri Siswa Kelas V Di Madrasah Ibtidaiyah
Swasta Nahdlatul Ulama (MIS NU) III Pontianak, Fakultas Tarbiyah dan
Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025.
Latar belakang penelitian ini adalah berdasarkan fakta yang terjadi di
Madrasah Ibtidaiyah Swasta Nahdlatul Ulama (MIS NU) III Pontianak, dengan
fokus pada strategi pedagogis dan implementasi nilai nilai moral dalam konteks
karakter siswa. Di kelas masih ada beberapa siswa yang masih ribut, bergurau
sama temannya, datang terlambat, dan menyontek. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui bagaimana peran guru akidah akhlak dalam membentuk karakter
mandiri siswa serta apa saja faktor yang menjadi penghambat bagi guru dalam
meningkatkan karakter mandiri siswa di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Nahdlatul
Ulama (MIS NU) III Pontianak.
Penelitian ini merupakan Penelitian Kualitatif dengan mengambil latar
belakang Madrasah Ibtidaiyah Swasta Nahdlatul Ulama (MIS NU) III Pontianak.
Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengamatan (observasi),
wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, display
dan verifikasi data. Keabsahan data dilakukan dilakukan dengan triangulasi
sumber yaitu pengecekan data dengan informan yang berbeda tetapi dengan
teknik dan waktu yang sama.
Hasil penelitian menunjukan bahwa guru Akidah akhlak berperan dalam
membimbing dan memotivasi siswa dalam membentuk karakter mandiri siswa,
sebagaimana yang dilakukan pada saat guru membimbing siswa untuk melakukan
kegiatan sikap mandiri seperti merapikan alat tulis, mengerjakan tugas tepat
waktu, tidak terlambat datang ke sekolah. Guru juga memotivasi siswa dengan
guru bersikap terbuka, Membantu siswa agar mampu memahami dan
memanfaatkan potensi yang ada pada dirinya secara optimal, Menciptakan
hubungan yang serasi dan penuh kegairahan dalam interaksi belajar mengajar di
kelas, dan Menanamkan kepada siswa bahwa belajar itu ditujukan untuk masa
depan bahwa jika kita mandiri kita bisa mengendalikan diri dan memilih mana
jalan yang baik dan tidak baik sehingga kita bisa menjadi seseorang yang
berkualitas dan berkompeten. Terdapat pula faktor internal dan eksternal guru
akidah akhlak dalam membentuk karakter mandiri siswa. Faktor internal yaitu
seperti kemalasan perlu diatasi dengan menanamkan nilai agama, motivasi
intrinsik, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sementara faktor
eksternal seperti lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat perlu ditingkatkan
perannya dalam mendukung kemandirian siswa.