Abstract:
Robith Al-Khairi (12106033) Pembinaan Keagamaan untuk Membentuk Kepribadian
Islami Bagi Anak Binaan Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas IIB Sungai Raya
Pontianak. Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan
Komunikasi Islam, Institut Agama Islam Negeri Pontianak.
Anak binaan memiliki permasalahan pada pribadi masing-masing yang pribadi
tersebut kurang baik ditengah-tengah masyarakat. Sehingga hal tersebut membuat mereka
terkena hukuman atas perlakuan yang tidak baik yang mereka lakukan. Oleh sebab itu,
guna membantu anak binaan menjadi pribadi yang lebih baik lagi maka dibutuhkannya
pembinaan keagamaan. Pembinaan keagamaan amatlah penting karena berkaitan erat
dengan perubahan pada pribadi dan mental dari anak binaan itu sendiri, pembinaan
keagamaan ini yang nantinya banyak berpengaruh terhadap perubahan dari dalam diri
anak binaan tersebut apakah nantinya dapat menjadi anak binaan yang sesuai dengan
berkepribadian Islami. Pembinaan keagamaan untuk membentuk kepribadian Islami
bertujuan untuk mendeskripsikan 1) proses pembinaan keagamaan untuk membentuk
kepribadian Islami bagi anak binaan yang ada di LPKA Sungai Raya Pontianak, dan 2)
hambatan dalam pembinaan keagamaan untuk membentuk kepribadian Islami bagi anak
binaan di LPKA Sungai Raya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenonemologi.
Teknik pengumpulan data melalui observasi non partisipan, wawancara terstruktur, dan
dokumentasi. Sumber data penelitian terdiri dari sumber data primer dan data sekunder.
Partisipan dalam penelitian ini yaitu penyuluh Kemenag kota Pontianak, petugas LPKA,
dan anak binaan yang mengikuti pembinaan keagamaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses pembinaan keagamaan untuk
membentuk kepribadian Islami kepada anak binaan ialah: sholat wajib berjama’ah di
masjid taubatul ummah, sholat sunnah, pengajian rutin, peringatan hari besar islam,
belajar membaca iqro’, al-qur’an dan tajwid, sholawatan, membaca yasin bersama,
hafalan juz amma, dan do’a sehari-hari. Materi yang disampaikan oleh penyuluh juga
beragam, mulai dari materi fiqh, aqidah, akhlaq, dan juga tentang moderasi beragama. .
Metode yang di gunakan dalam pembinaan keagamaan disini ada beberpaa metode yaitu
metode 5 M ( membaca, memahami, mengamalkan, mengajarkan, menghapal), metode
tanya jawab metode klompok dan metode perorangan. Pembina keagamaan didatangkan
langsung dari penyuluh Kementrian Agama Kota Pontianak, 2) Hambatan dalam
pelaksanaan pembinaan keagamaaan untuk membentuk kepribadian Islami di LPKA
Sungai Raya dari segi sarana dan prasarana ialah masih belum bisa memberikan fasilitas
mendukung seperti media infokus, masih ada beberapa anak binaan yang tidak dapat fokus
untuk mengikuti kegiatan pembinaan kepribadian agama Islam ini, ada beberapa anak
binaan yang menganggu teman sekitarnya, ada juga anak binaan yang izin ke wc
bersamaan dengan temannya, ada juga yang kabur-kaburan saat sedang mengaji. Hal-hal
seperti inilah yang membuat proses pembinaan tidak berjalan dengan khidmat, karena
adanya gangguan-gangguan dari anak binaan itu sendiri.