Abstract:
Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang moderat, toleran, dan menghargai perbedaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Di era globalisasi saat ini, moderasi beragama menjadi salah satu pilar penting dalam upaya mencegah berkembangnya sikap intoleran dan ekstrem di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 17 Pontianak; 2) Nilai-nilai moderasi beragama yang ditanamkan pada siswa SMP Negeri 17 Pontianak; 3) Faktor pendukung dan penghambat implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran PAI di SMP Negeri 17 Pontianak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data yang diperoleh dari kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam dan siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran PAI di SMP Negeri 17 Pontianak dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Nilai-nilai moderasi yang ditanamkan meliputi nilai komitmen kebaangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal. Guru PAI berperan sebagai teladan dan fasilitator dalam menanamkan sikap saling menghargai perbedaan serta membentuk karakter siswa yang berpikir kritis dan inklusif. Faktor-faktor yang memengaruhi implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran PAI, faktor pendukung mencakup komitmen guru PAI sebagai teladan dalam perilaku moderat, dukungan kepala sekolah melalui kebijakan yang inklusif, pelaksanaan kegiatan keagamaan yang rutin, serta terciptanya lingkungan sekolah yang harmonis dan kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan tenaga pendidik agama non-Muslim, kurangnya peran serta keluarga dalam menanamkan sikap sopan santun dan moderat kepada siswa, serta dampak negatif dari penggunaan media sosial. Secara keseluruhan, penerapan moderasi beragama dalam pembelajaran PAI di SMP Negeri 17 Pontianak berjalan efektif dan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa yang moderat dan berwawasan kebangsaan.