Abstract:
MUHAMMAD ASHARI RAPSANJANI, Penggunaan Ayat-Ayat Al-Qur’an Dalam Khutbah Jumat Di Masjid Raya Mujahidin Kota Pontianak Periode Mei - Juni 2025: Fakultas Ushuluddin dan Adab Program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap : (1) Mengidentifikasi kesesuaian antara tema khutbah dengan pemilihan ayat Al-Qur’an dalam Khutbah Jumat di Masjid Raya Mujahidin Pontianak. (2) Menjelaskan tentang cara khatib memberikan penjelasan mengenai ayat-ayat Al-Qur’an dalam pelaksanaan Khutbah Jumat di Masjid Raya Mujahidin Pontianak.
Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder, yaitu: 1) Sumber primer adalah para khatib yang membawakan Khutbah Jumat, file materi Khutbah Jumat para khatib yang membawakan Khutbah Jumat di Masjid Raya Mujahidin Pontianak dan Petugas Masjid Raya Mujahidin Pontianak dan. 2) Sumber sekunder adalah buku, jurnal dan literatur-literatur terkait yang relevan dengan tema penelitian. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik komunikasi langsung dengan alat pedoman wawancara dan Teknik dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis datanya menggunakan model Miles dan Huberman.
Berdasarkan pada anlisis yang dilakukan, maka peneliti menyimpulkan bahwa : 1) kesesuaian antara tema khutbah dengan pemilihan ayat Al-Qur’an dalam Khutbah Jumat di Masjid Raya Mujahidin Pontianak menunjukkan seluruh tujuh khatib pada periode Mei–Juni 2025, seluruhnya menyampaikan khutbah sesuai tema, namun hanya lima yang menggunakan ayat Al-Qur’an yang relevan, sedangkan dua khatib tidak menyertakan ayat sebagai pendukung tema. 2) cara khatib memberikan penjelasan mengenai ayat-ayat Al-Qur’an dalam pelaksanaan Khutbah Jumat di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, dari ke tujuh khatib hampir semuanya menjelaskan ayat Al-Qur’an dengan metode tafsir bi al-ma’tsur menghubungkan ayat dengan ayat lain atau dengan hadis dan sebagian khatib menambahkan penjelasan dengan kisah-kisah.