ORANG-ORANG YANG BERSYUKUR MENURUT AL-QURAN

Show simple item record

dc.contributor.advisor Sayadi, Wajidi
dc.contributor.advisor Buhori
dc.contributor.author KHOZAIMAH
dc.date.accessioned 2022-06-21T10:31:51Z
dc.date.available 2022-06-21T10:31:51Z
dc.date.issued 2020-05-07
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/781
dc.description.abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penafsiran Al-quran mengenai orang-orang yang bersyukur menurut Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab, persamaan dan perbedaan penafsiran, serta kelebihan dan kekurangan dalam Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Misbah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif literal berupa library research, yang terdiri dari sumber data primer dan sekunder dengan menggunakan metode komparatif. Sumber data primer berupa Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Misbah sedangkan sumber data sekunder yaitu buku, jurnal, karya ilmiah serta referensi lainnya yang relevan Penelitian ini menyimpulkan: 1) Orang-orang yang bersyukur menurut Ibnu Katsir ialah orang yang ikhlas memurnikan diri dalam beribadah kepada Allah Swt dan menurut M. Quraish Shihab adalah bahwasanya Allah sangat mengistimewakan orang-orang yang benar-benar ikhlas bersyukur atas semua nikmat yang telah Allah Swt berikan, 2) Persamaan kedua tafsir ini adalah keduanya menafsirkan bahwasanya orang-orang yang bersyukur itu adalah yang tidak menyekutukan Allah Swt., sedangkan perbedaannya; penafsiran Ibnu Katsir lebih ringkas dan sedangkan penafsiran Quraish Shihab lebih terperinci. 3) Kelebihan Tafsir Ibnu Katsir merupakan tafsir yang paling berkualitas serta paling tinggi nilainya dan Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab ialah menggunakan bahasa Indonesia sehingga dapat memudahkan para pembaca dalam memahami isi Al-quran sebagai pedoman atau petunjuk bagi manusia. Kekurangan Tafsir Ibnu Katsir terkadang bercampur aduk riwayat yang shahih dengan yang tidak shahih terutama informasi yang disandarkan kepada sahabat dan tabiin tanpa memiliki sannad yang valid sehingga membuka peluang bercampur antara yang hak dan yang batil, sedangkan Tafsir Al-Misbah menggunakan bahasa Indonesia, sehingga bagi orang yang non Indonesia atau orang yang memang tidak bisa serta tidak paham bahasa Indonsia akan merasakan kesulitan, karena bahasa Indonesia masih belum termasuk bahasa internasional. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Orang Bersyukur, Al-Quran, Ibnu Katsir dan Al-Misbah en_US
dc.title ORANG-ORANG YANG BERSYUKUR MENURUT AL-QURAN en_US
dc.title.alternative Studi Komparatif antara Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Misbah en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account