TRADISI BEBALAS BAKI OLEH PIHAK PEREMPUAN SAAT LAMARAN PADA MASYARAKAT DESA SEMPERIUK B KABUPATEN SAMBAS PERSPEKTIF ‘URF

Show simple item record

dc.contributor.advisor Fadhil, Moh.
dc.contributor.advisor Baihaqi, Baihaqi
dc.contributor.advisor Bakar, Abu
dc.contributor.advisor Wahyuni, Dwita
dc.contributor.author Slamet, Ahmad Dzaki
dc.date.accessioned 2025-09-17T07:44:06Z
dc.date.available 2025-09-17T07:44:06Z
dc.date.issued 2025-09-17
dc.identifier.citation APA (American Psychological Association) 7th Edition en_US
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7699
dc.description.abstract Ahmad Dzaki Slamet (12112051). Tradisi Bebalas Baki oleh Pihak Perempuan saat Lamaran pada Masyarakat Semperiuk B Kabupaten Sambas. Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) bagaimana pelaksanaan tradisi bebalas baki oleh pihak perempuan saat lamaran pada masyarakat Desa Semperiuk B Kabupaten Sambas; 2) Bagaimana perspektif ‘urf tradisi bebalas baki oleh pihak perempuan saat lamaran pada masyarakat Desa Semperiuk B Kabupaten Sambas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field reseacrh) dengan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini ada dua yang terdiri dari: 1) sumber data primer yang diperoleh dari hasil wawancara kepada para informan termasuk di dalamnya yaitu pelaku dalam tradisi bebalas baki dan juga tokoh masyarakat atau tokoh agama; 2) sumber data sekunder yaitu jurnal, artikel, dan buku yang relevan dengan penelitian ini. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Teknik uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan oleh peneliti, maka peneliti dapat simpulkan bahwa: 1) Dalam pelaksanaan tradisi bebalas baki memiliki beberapa tahapan, yaitu: pihak laki-laki yang datang ke rumah pihak perempuan, pihak perempuan menyiapkan tempat, pihak perempuan menyiapkan pembawa acara, pihak laki-laki melamar pihak perempuan, menerima lamaran dari pihak laki laki, penyerahan barang cikraman, penerimaan barang cikraman, membalas barang cikraman (bebalas baki), tukar cincin, doa bersama, makan saprahan, yang terakhir ada bersalaman: 2) Menurut perspektif ‘urf dilihat dari sifatnya tradisi bebalas baki termasuk dalam ‘urf ‘amali karena tradisi tersebut dilaksanakan dengan perbuatan, dari segi ruang lingkupnya, tradisi tersebut termasuk dalam ‘urf khas dikarenakan tradisi tersebut hanya dilakukan oleh masyarakat tertentu, dan dari segi keabsahannya tradisi tersebut termasuk dalam ‘urf shahih dikarenakan tradisi ini sudah dilakukan secara umum dan sudah dilakukan secara turun-temurun dan dari segi pelaksanaannya juga tidak ada proses yang memeberatkan pihak manapun. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN Pontianak en_US
dc.subject Tradisi en_US
dc.subject Bebalas Baki en_US
dc.subject ‘Urf en_US
dc.title TRADISI BEBALAS BAKI OLEH PIHAK PEREMPUAN SAAT LAMARAN PADA MASYARAKAT DESA SEMPERIUK B KABUPATEN SAMBAS PERSPEKTIF ‘URF en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account