KEMITRAAN GURU PAI DAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MEMBINA AKHLAK PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 2 PONTIANAK TAHUN AJARAN 2024/2025

Show simple item record

dc.contributor.advisor Dulhadi, Dulhadi
dc.contributor.advisor Nelly, Nelly
dc.contributor.advisor Djarot, Mochammad
dc.contributor.advisor Nurrahmi, Hesty
dc.contributor.author WANGSA, ANGGITA NALLY
dc.date.accessioned 2025-08-27T01:22:41Z
dc.date.available 2025-08-27T01:22:41Z
dc.date.issued 2025-07-17
dc.identifier.uri https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7544
dc.description.abstract ANGGITA NALLY WANGSA (12001176). Kemitraan Guru PAI dan Guru Bimbingan Konseling dalam Membina Akhlak Peserta Didik di SMP Negeri 2 Pontianak, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Pontianak, 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan kendala kemitraan antara guru PAI dan guru Bimbingan Konseling dalam membina akhlak peserta didik di SMP Negeri 2 Pontianak tahun ajaran 2024/2025. Latar belakang dari penelitian ini berangkat dari pentingnya pembinaan akhlak dalam dunia pendidikan, yang tidak dapat hanya dibebankan pada satu pihak. Guru PAI memiliki peran dalam penanaman nilai-nilai keislaman dan spiritualitas, sedangkan guru Bimbingan Konseling memiliki pendekatan psikologis dalam membimbing peserta didik menghadapi masalah personal dan sosial. Oleh karena itu, kemitraan antara keduanya menjadi penting guna mendukung pembentukan karakter dan akhlak peserta didik secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan guru PAI dan guru Bimbingan Konseling, serta dokumentasi. Pelaksanaan yang dilakukan antara guru PAI dan guru Bimbingan Konseling adalah bekerja sama dalam meningkatkan pembinaan akhlak peserta didik. Kendala yang menghambat efektivitas kemitraan, antara lain keterbatasan waktu akibat jadwal yang padat, kurangnya komunikasi terstruktur antara guru PAI dan guru Bimbingan Konseling, serta perbedaan pendekatan dalam pembinaan. Meski demikian, kedua belah pihak tetap berupaya menjaga sinergi demi menciptakan peserta didik yang berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab. Penelitian ini menyarankan agar pihak sekolah memfasilitasi koordinasi antar guru, menyelaraskan program pembinaan, dan memberikan ruang bagi pembinaan akhlak sebagai bagian utama dari proses pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kemitraan dilakukan dalam berbagai kegiatan seperti pelaksanaan shalat berjamaah, pengajian rutin, layanan konseling, dan pengembangan kegiatan ekstrakurikuler yang bernuansa pembinaan karakter. Kendala kemitraan guru PAI dan guru Bimbingan Konseling, kurangnya koordinasi dan komunikasi yang efektif, serta kurangnya kesempatan untuk berdiskusi. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher IAIN PONTIANAK en_US
dc.subject Kemitraan en_US
dc.subject Guru PAI en_US
dc.subject Guru Bimbingan Konseling en_US
dc.subject Akhlak en_US
dc.subject Peserta Didik en_US
dc.title KEMITRAAN GURU PAI DAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MEMBINA AKHLAK PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 2 PONTIANAK TAHUN AJARAN 2024/2025 en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account